Bukan Dolar Amerika, Ini Mata Uang Terkuat di Dunia Kini

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Swiss franc (FABRICE COFFRINI / AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan dolar Amerika Serikat (AS), franc Swiss kini menyandang status sebagai mata uang terkuat di dunia setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah lonjakan ketidakpastian global yang mendorong investor memburu aset safe haven.

Sepanjang awal 2026, franc Swiss telah menguat sekitar 3,5% terhadap dolar AS, melanjutkan reli 12,7% sepanjang 2025. Pada Selasa waktu setempat, mata uang ini menyentuh posisi tertinggi dalam lebih dari satu dekade dan masih bertahan di dekat level tersebut hingga Rabu pagi.


Baca: Kualat Banjir Dikorupsi, Ekonomi Tetangga RI Nyungsep-Terburuk di 2025

Penguatan franc Swiss didorong oleh kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu. Kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, serta meningkatnya tensi geopolitik global juga jadi faktor.

"Eskalasi geopolitik berarti lebih banyak ketidakpastian," kata Ketua Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) Martin Schlegel kepada CNBC International di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, dimuat Kamis (29/1/2026).

"Setiap kali ketidakpastian global meningkat, franc Swiss menguat. Ini tidak baik bagi Swiss karena membuat kebijakan moneter menjadi jauh lebih rumit," ujarnya.

Baca: Chaos Ikea Mau Tutup! Pembeli Berebut Furnitur, Saling Tarik-Adu Mulut

Di sisi lain, Swiss justru menghadapi tekanan disinflasi. Inflasi tercatat hanya 0,1%, sementara suku bunga acuan SNB berada di level 0%. Franc yang terlalu kuat berisiko menekan ekonomi berbasis ekspor.

"Permintaan terhadap banyak ekspor Swiss relatif tidak elastis terhadap harga, sehingga penguatan mata uang tidak banyak mengurangi permintaan," kata Giuliano Bianchi, salah satu pendiri Quantitas Institute di EHL Hospitality Business School.

SNB kini berada dalam dilema. Opsi penurunan suku bunga hingga kembali ke wilayah negatif maupun intervensi pasar valuta asing sama-sama membawa risiko, terutama setelah Swiss baru saja mengamankan penurunan tarif impor AS dari 39% menjadi 15% dan masuk dalam daftar pemantauan kebijakan mata uang Gedung Putih.

Meski demikian, pelaku pasar menilai franc Swiss masih akan tetap kuat. "Franc Swiss adalah mata uang terkuat di dunia dalam jangka panjang dan kemungkinan tetap tangguh tahun ini," ujar Lloyd Harris, kepala divisi pendapatan tetap Premier Miton Investors.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Meski IHSG Terkoreksi Menkeu Optimistis Tembus 10.000

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko Pangan tinjau OPF PGN Saka, dukung ketahanan energi
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Lingkar Keluarga Adies Kadir di Posisi Strategis 
• 7 jam lalukompas.id
thumb
21 Hari Menuju Ramadhan 2026: Sejak Umur Berapa Anak Harus Diajari Puasa?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Insentif Lebaran Akan Digelontorkan Rp 16 Trlliun, Salah Satunya Buat Diskon Mudik
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Link Live Streaming Proliga 2026 Hari Ini: Gresik Petrokimia vs Jakarta Livin Mandiri
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.