Lingkar Keluarga Adies Kadir di Posisi Strategis 

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Lingkaran keluarga hakim konstitusi terpilih Adies Kadir kini menempati sejumlah posisi strategis di lembaga negara. Adies terpilih sebagai hakim Mahkamah Konstitusi, kursinya di DPR digantikan oleh putrinya, Adela Kanasya Adies. Sementara adik kandungnya, Anita Kadir, lebih dahulu terpilih sebagai anggota Komisi Yudisial periode 2025–2030.

DPR menetapkan Wakil Ketua DPR Adies Kadir sebagai hakim konstitusi usulan DPR dalam rapat paripurna yang digelar pada Selasa (27/1/2026). Penetapan ini berlangsung setelah sehari sebelumnya Adies lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan sebagai hakim MK oleh Komisi III DPR yang berlangsung singkat dan mendadak.

Dengan penetapan itu, Adies berarti menggantikan mantan Kepala Badan Keahlian DPR Inosentius Samsul yang pada Rapat Paripurna DPR, Agustus 2025, telah ditetapkan sebagai calon hakim konstitusi pengganti Arief Hidayat. Arief akan memasuki masa pensiun sebagai hakim MK pada 5 Februari 2026.

Baca JugaAdies Kadir Jadi Hakim Konstitusi Pilihan DPR, UU MK Dilanggar?

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan, dengan ditetapkannya Adies sebagai hakim MK, penggantinya di DPR merupakan calon anggota legislatif (caleg) yang memperoleh suara terbanyak berikutnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.

“Golkar taat pada aturan undang-undang. Pengganti Pak Adies adalah caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya,” ujar Sarmuji saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sarmuji enggan mengungkapkan nama yang dimaksud. Ia menjelaskan, dalam pengajuan pergantian antarwaktu (PAW) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Golkar biasanya tidak mencantumkan nama, melainkan hanya menyatakan bahwa kursi digantikan oleh caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya.

Namun, berdasarkan data KPU yang diperoleh Kompas, peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan Adies, yakni Daerah Pemilihan Jawa Timur I, adalah Adela Kanasya Adies. Adela merupakan putri dari Adies Kadir. Pada Pileg 2024, Adela meraih 12.792 suara.

Baca JugaLoloskan Adies Kadir ke MK, DPR Tunjuk Sari Yuliati Jadi Pengganti
Proses mulus

Tak berhenti di sana, anggota keluarga Adies lainnya juga sebelumnya telah terpilih sebagai anggota Komisi Yudisial (KY) periode 2025–2030. Dalam rapat paripurna DPR pada akhir November 2025, DPR menyetujui pengangkatan adik kandung Adies Kadir, Anita Kadir, bersama enam nama lain sebagai anggota KY periode 2025–2030.

Sebelum ditetapkan sebagai anggota KY, Anita Kadir telah melewati uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR pada pertengahan November 2025. Proses uji kelayakan dan kepatutan relatif berjalan mulus.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil, misalnya, membuka sesi dengan menyatakan keyakinannya bahwa Anita telah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti proses seleksi. Ia bahkan secara terbuka menyampaikan harapan pribadi agar Anita kelak dapat menjadi Ketua KY.

“Saya meyakini bahwa Saudari sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi sebagai calon anggota KY. Secara pribadi, kalau boleh saya sih berharap kelak ketika DPR menyetujui Saudari menjadi anggota KY, bisa menjadi Ketua KY yang akan datang," kata Nasir.

Menurut Nasir, sejak 2005 hingga kini seluruh Ketua KY selalu dijabat laki-laki. “Kita berharap ke depan ada perubahan di KY. Salah satu perubahan itu adalah dengan hadirnya seorang perempuan menjadi Ketua KY, mudah-mudahan seperti itu," ujarnya.

Sikap serupa juga disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasbiallah Ilyas. Ia melontarkan pertanyaan yang disertai pujian kepada Anita, sekaligus menyatakan tidak ingin “kalah” dari Nasir dalam menyampaikan dukungan.

“Andai Ibu terpilih, dan mudah-mudahan saya berdoa kepada Allah SWT agar Ibu terpilih, saya tidak mau kalah dengan Pak Nasir,” kata Hasbiallah dengan tersenyum.

Kita berharap ke depan ada perubahan di KY. Salah satu perubahan itu adalah dengan hadirnya seorang perempuan menjadi Ketua KY, mudah-mudahan seperti itu.

Ia kemudian meminta pandangan Anita mengenai langkah dan solusi untuk menciptakan efek jera bagi hakim yang terlibat pelanggaran etik, termasuk korupsi atau suap, agar praktik serupa tidak terus berulang di tubuh peradilan.

Untuk diketahui, Adies Kadir dan Anita Kadir merupakan anak dari Abdul Kadir Mappong, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial periode 2009–2013.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA Dorong Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Inklusif dan Ramah Perempuan serta Lansia
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Asintel Danpaspampres Buka Suara Soal Viral Paspampres Ditegur Wartawan Inggris
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Dolar Tertekan Ketidakpastian Kebijakan dan Isu Indepedensi The Fed AS
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kuasa Hukum Nany Wijaya Tegaskan Putusan NO Bukan Kekalahan dalam Gugatan Jawa Pos–Dahlan Iskan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
BEI Targetkan Penuhi Permintaan MSCI Sebelum Mei 2026
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.