Ancaman Siber Meningkat, Pintu Dorong Keamanan Aplikasi Kripto

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pintu Kemana Saja (Pintu), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia, terus mendorong kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman siber, khususnya risiko mengunduh dan memasang file Android Package Kit (APK) di luar penyedia resmi Google Play. Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengingatkan pengguna Android yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi aset kripto agar hanya mengunduh aplikasi resmi Pintu melalui Google Play.

“Bagi pengguna Android yang ingin berinvestasi dan trading aset kripto, pastikan mengunduh aplikasi resmi Pintu hanya di Google Play. Keamanan akun dan aset pengguna Pintu menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk mengingatkan tentang bahaya yang mengintai dari pemasangan aplikasi Android (APK) tidak resmi yang banyak beredar di internet,” ujar Iskandar.

Baca Juga
  • Platform Transportasi Online Diversifikasi Pendapatan Lewat Iklan Digital
  • Cerita Eks Pemain Judol Kehilangan Rp800 Juta Hingga Akhirnya Bisa Tobat
  • Pertamina Patra Niaga Gelar MyPertamina Wikenfest di Tegal, Ajang Festival Keluarga Gratis

Modus penipuan siber terus berkembang. Data Kaspersky pada 2025 menunjukkan ancaman terhadap pengguna Android pada kuartal III-2025 meningkat hingga 38 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan praktik pemasangan file APK melalui metode sideloading atau penggunaan aplikasi pihak ketiga yang tidak diunduh melalui platform resmi Google Play.

“Modus kejahatan siber berbasis file APK ini memiliki dampak negatif yang serius, seperti akses ilegal terhadap data pribadi. Di dalam APK tersebut kerap disematkan malware yang dirancang untuk beroperasi secara tidak sah guna mencuri data penting pengguna, termasuk aset dalam aplikasi layanan keuangan,” kata Iskandar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Untuk meminimalkan dan menghindari kejahatan siber, lanjut Iskandar, masyarakat disarankan mengunduh aplikasi PINTU secara resmi melalui Google Play.

Pengguna Android dapat langsung menggunakan aplikasi PINTU yang tersedia di Google Play. Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat memulai investasi dengan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah mengaktifkan fitur bawaan Play Protect untuk memindai dan mendeteksi aplikasi berbahaya. Selain itu, selalu perbarui aplikasi PINTU ke versi terbaru, ubah kata sandi secara berkala, serta aktifkan two-factor authentication (2FA) untuk meningkatkan keamanan berlapis,” tutup Iskandar.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pedagang dan Peritel Minta Perlindungan Negara, Asosiasi : Ada Intervensi Asing Soal KTR
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anomali Cuaca Awal Tahun: Mengenal Fenomena CENS, Booster Hujan di Pulau Jawa
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
30 Kata mutiara untuk anak muda tentang pernikahan, fokus pada pembekalan dan ketahanan diri
• 12 jam lalubrilio.net
thumb
Polisi dan Jaksa di Sleman Minta Maaf Kasus Suami Korban Jambret, Akui Salah Pasal
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
5 Pintu Air di Jakarta Naik Waspada: Pesanggrahan-Manggarai
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.