Raja Denmark Frederik X akan berkunjung ke Greenland bulan depan. Kunjungan itu terjadi di tengah upaya pencaplokan wilayah Greenland oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Raja Denmark akan mengunjungi Greenland pada pertengahan Februari," demikian pernyataan istana kerajaan dilansir AFP, Kamis (29/1/2026).
Greenland diketahui merupakan bagian dari wilayah otonom Denmkar. Raja Frederik mengaku prihatin atas nasib rakyat Greenland setelah semakin intensnya usaha pencaplokan yang dilakukan Trump.
"Kami sangat prihatin terhadap rakyat Greenland dan kami sangat terpengaruh oleh apa yang telah terjadi di Greenland dalam beberapa minggu terakhir," kata Raja Frederik kepada wartawan selama kunjungannya ke Lithuania.
"Kami dapat merasakan dari media bahwa rakyat Greenland sangat prihatin... jelas bahwa ini menyangkut kami berdua," tambahnya, merujuk pada istrinya, Ratu Mary.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah mengatakan bahwa ia telah mencapai kerangka kesepakatan yang memuaskannya mengenai Greenland. Trump mengatakan kesepakatan itu bersifat jangka panjang.
Dilansir AFP, Kamis (22/1), Trump hanya memberikan sedikit detail mengenai kesepakatan itu. Dia bungkam tentang apakah kesepakatan itu juga tentang kendali AS atas pulau Arktik tersebut.
Trump melakukan perubahan haluan yang mengejutkan setelah pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss, Davos.
"Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.
(ygs/azh)



