JAKARTA, KOMPAS.com – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Cisadane, Kelurahan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/1/2025) malam berhasil dipadamkan. Api dilaporkan berasal dari satu rumah warga dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Pantauan Kompas.com pada pukul 21.00 WIB, api telah padam sepenuhnya. Deretan mobil pemadam kebakaran tampak berjajar di lokasi, sementara belasan petugas pemadam sedang mengemasi peralatan.
Listrik di lokasi dan sekitarnya telah dipadamkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran merembet ke rumah-rumah tetangga.
Baca juga: Polisi Belum Selidiki Kebakaran Kedubes Italia, Terkendala Izin Otoritas
Babinsa Kelurahan Cikini, Serka Kepala Margiono, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Tim pemadam kebakaran tiba tak lama setelah itu, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB.
"Api padam jam 19.30 WIB. Kalau awal kejadian pukul 18.30 WIB," ujar Margiono.
Saat kejadian, kondisi sedang hujan. Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran kemungkinan disebabkan korsleting pada kabel listrik di rumah tua tersebut.
"Namanya ini rumah tua, kabel-kabel tua kan, musim penghujan. Nah, di situ kabel sudah tua ya mungkin kena air hujan terus, nah bisa korsleting," jelasnya.
Margiono menambahkan, titik kebakaran berada di bagian belakang rumah, namun pihaknya belum dapat memastikan lokasi awal api.
Pengamatan sementara bersama petugas pemadam menunjukkan sekitar 50 persen bangunan rumah hangus terbakar.
Baca juga: Kebakaran di Perumahan Padat Penduduk Cikini, Pemadaman Masih Berlangsung
Tidak ada korban jiwaSeluruh 13 penghuni rumah selamat dan saat ini mengungsi ke rumah saudara atau hotel terdekat.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Seluruh penghuni sudah aman," kata Margiono.
Pemadaman listrik dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB untuk mempercepat pemadaman dan mengantisipasi meluasnya api, karena kobaran api cukup besar sehingga 16 unit mobil damkar diterjunkan.
"Karena apis sudah besar dan tadi bahkan 16 unit mobil damkar diterjunkan kemari. Di sini kan juga wilayah padat penduduk," ujar Margiono.
Meskipun kebakaran hanya terjadi di satu rumah, dampaknya meluas hingga pemadaman listrik di dua RW, yaitu RW 4 dan RW 3 Pegangsaan.
"Kalau kebakarannya cuma satu lokasi, satu rumah ini. Tapi ya dampaknya ini untuk listrik semuanya ini, dua RW," tambah Margiono.
Saksi mata Mujiyanto (59) menyebut api awalnya muncul dari titik belakang rumah. Saat itu api sudah besar dan berwarna kemerahan.
Baca juga: Tujuh Lapak Barang Bekas di Pademangan Kebakaran, Diduga akibat Korsleting
"Saya sedang di dalam rumah, lalu saya cek ke depan, saya lihat di rumah depan apinya. Sampai di depan orang belum ada yang tahu. Habis itu terus orang tahu, bahasanya yang punya rumah pun enggak tahu," jelasnya.
Ia menambahkan, kebakaran berlangsung sekitar satu jam setengah sebelum api padam.
"Jadi kejadian pukul 18.30-an WIB. Terus dipadamkan sekitar satu jam setengah baru api padam," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




