Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Indonesia dan Australia sepakat memperkuat kerja sama di sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berdaya saing global. 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya dengan Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke di Autograph Tower, Jakarta.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari sinergi kedua negara dalam pengembangan industri kreatif yang sepanjang 2025 dinilai menunjukkan hasil positif.

Sejumlah kolaborasi telah terwujud, mulai dari peringatan satu dekade Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI), agenda business matching melalui program S’RASA di Sydney, hingga kerja sama dengan Canva Inc. untuk mendukung pemberdayaan pelaku kreatif Indonesia.

"Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia–Australia terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami berharap tahun 2026 dapat menjadi fase penting untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurutnya, penguatan kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru atau the new engine of growth yang berbasis inovasi dan berorientasi global.

"Kerja sama ini kami arahkan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat naik kelas, terhubung dengan pasar dan talenta global, serta berperan lebih aktif dalam rantai nilai internasional," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas berbagai agenda strategis yang akan dijalankan pada 2026. Di antaranya adalah persiapan program short course Australia Awards Indonesia untuk subsektor animasi, penyelenggaraan Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI) ke-11, serta partisipasi Australia dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta.

Menteri Ekraf bahkan secara khusus mengundang Menteri Tony Burke untuk hadir dalam WCCE 2026 sebagai bentuk penguatan kemitraan kreatif kedua negara.

Menyambut hal itu, Tony Burke menilai kolaborasi ekonomi kreatif Indonesia–Australia memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Ia optimistis kerja sama yang terus dikembangkan akan membawa manfaat besar bagi kedua pihak.

"Jika kita terus berbagi kemajuan yang optimis dalam kerja sama kita, ini akan menjadi masa yang sangat menarik bagi kedua negara kita," kata Tony Burke.

Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pejabat tinggi dari kedua negara, baik dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI maupun Pemerintah Australia, yang menegaskan bahwa kerja sama di sektor ekonomi kreatif kini menjadi bagian penting dalam hubungan strategis Indonesia dan Australia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PTKIN Diminta Bertransformasi agar Memberi Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Daya Saing Lulusan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp1,7 Miliar
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Pulihkan Hubungan, PM Inggris Berikan Bola Laga Arsenal Vs MU ke Xi Jinping
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kemendikdasmen Perpanjang Aktivasi Rekening PIP 2025 hingga 28 Februari 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
[QUIZ] Tes Pengetahuan Kamu tentang ASEAN, Seberapa Cerdas Dirimu?
• 1 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.