Bisnis.com, SEMARANG — Di tengah hiruk-pikuk keramaian Pasar Johar, hadir sebuah kedai kopi sederhana yang mulai ramai disinggahi oleh pengunjung sejak pagi hari. Pengunjung yang datang akan mengisi bangku-bangku kecil sambil menyeruput secangkir kopi. Kedai kopi tersebut bernama Kofi Djohar, sebuah kopitiam dengan nuansa klasik yang baru beroperasi sejak awal bulan Januari dan perlahan mencuri perhatian masyarakat Kota Semarang.
Kofi Djohar diketahui mulai beroperasi sejak tanggal 7 Januari 2026 dan terletak di gedung utara depan parkiran basement Pasar Johar. Kofi Djohar ini hadir dengan konsep kopi tradisional yang sederhana tanpa ada banyak modifikasi. Menu andalan yang paling banyak dipesan sejak kedai kopi ini dibuka adalah Kopi O dan kopi susu. Dua menu klasik ini sejak awal sudah diperkenalkan sebagai ciri utama dari Kofi Djohar.
“Untuk menu sendiri karena dari awal kami selalu memperkenalkan originalnya kopitiam itu kopi-O dan kopi susu klasik jadi mostly itu yang dipesan ya. Kalau untuk menu-menu seperti kofi dairy dan kofi oat itu hanya tambahan saja sebagai bentuk modernisasi dari kopi tradisional itu sendiri," tutur Mei pemilik kedai Kofi Djohar, Kamis (29/1/2026).
Buka setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 17:00 WIB, Mei menyebut bahwa Kofi Djohar akan ramai dikunjungi oleh pengunjung saat akhir pekan tiba mulai dari pagi hari hingga menjelang tutup. Sementara pada hari kerja, pengunjung biasanya akan datang silih berganti, mulai pagi hari sekitar pukul 07:00-08:00 WIB, kembali ramai menjelang siang hari pada saat jam makan siang hingga sore hari.
Pemilihan lokasi di pasar tradisional Johar bukan tanpa alasan. Mei menjelaskan bahwa bangunan pasar yang bagus dan bersejarah menjadi alasan kuat untuk akhirnya Mei memutuskan untuk membuka kedai kopi di Pasar Johar.
“Sebenarnya kami awalnya nggak pengen buka di pasar, tapi setelah beberapa kali datang ke Pasar Johar mungkin 3-4 kali pas ngeliat suasananya kok kayaknya potensial terus bangunannya juga bagus dan heritage banget kan. Jadi ngerasa ini sayang banget kalau tidak diramaikan atau dikembangkan,” jelas Mei.
Lebih lanjut, Mei menyebut bahwa selain Kota Semarang, mitra kopitiam yang serupa juga telah dibuka di Pasar Santa Jakarta dan pasar di Mataram dengan penamaan yang juga mengikuti lokasi masing-masing, seperti Kofi Djohar. Mengenai pengunjung, Mei menjelaskan pada awal berdiri, Kofi Djohar menargetkan masyarakat milenial yang biasa menikmati kopi yang autentik. Namun seiring waktu, kalangan anak muda mulai ikut mencoba menikmati kopi yang tersedia di kedai ini.
“Jadi dari awal itu memang sebenarnya sasaran pasar kami itu bukan Gen Z, tapi milenial ke atas yang memang mencari kopi yang autentik. Karena produk yang kita tawarkan itu kopi tradisional dengan bahan dasar robusta yang pahit. Jadi enggak semua orang suka dan menerima. Nah, tapi semakin ke sini, anak mudanya semakin mengikuti,” katanya.
Tak hanya ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar Kota Semarang, Mei menyebut bahwa beberapa kali ada pengunjung Kofi Djohar yang berasal dari luar kota yang sedang berkunjung atau berlibur ke Kota Semarang. Menjadi tempat menikmati kopi baru yang mulai digandrungi masyarakat, Mei menuturkan bahwa omset harian Kofi Djohar bisa menyentuh kisaran Rp3-4 juta.
Menjadi salah satu spot kuliner baru di Pasar Johar Semarang, Kofi Djohar hadir dengan sejumlah pilihan menu mulai dari Kopi-O, kopi susu klasik, iced kopi-O, iced kopi susu klasik, kopi-o butter, kopi susu butter, kofi dairy, kofi oat, milk tea, dan es milk tea.
Sementara itu, untuk pilihan menu makanan, Kofi Djohar menawarkan menu Kaya butter toast. Mengenai harga, varian minuman di Kofi Djohar dijual dengan harga kisaran Rp7.000-19.000, sedangkan makanan dengan harga mulai dari Rp15.000-29.000. (Fadya Jasmin Malihah)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F28%2Fb3e031aa-a47b-45bb-ae3c-b471c0a13634.jpg)

