jpnn.com, JAKARTA - Kursi anggota DPR RI yang ditinggalkan oleh politikus senior Partai Golkar, Adies Kadir, kini berpeluang diisi oleh putrinya sendiri, Adela Kanasya Adies.
Peluang ini terbuka melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) menyusul terpilihnya Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
BACA JUGA: Adies Kadir Jadi Hakim MK, Ini Reaksi Istana
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa partainya akan mengikuti seluruh mekanisme perundang-undangan yang berlaku dalam menentukan sosok pengganti Adies Kadir di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Golkar taat pada aturan dalam undang-undang. Pengganti Pak Adies itu caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya," kata Sarmuji melalui layanan pesan, Kamis (29/1).
BACA JUGA: Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Mewakafkan Kader Terbaik
Sarmuji mengatakan Golkar tidak pernah menyebut nama ketika memproses PAW seorang legislator yang tak bertugas di parlemen.
"Dalam pengajuan PAW, Golkar biasanya tidak menyebut nama, hanya menyatakan digantikan oleh caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya," kata dia.
BACA JUGA: Adies Kadir Jadi Hakim MK, Parlemen Saat Ini Dianggap Seperti DPR Era Orba
Diketahui, Adies yang berstatus legislator fraksi Golkar terpilih menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Arief Hidayat.
Eks Wakil Ketua Komisi III itu menjadi hakim konstitusi setelah menyingkirkan kandidat yang sudah lolos uji kelayakan dan kepatutan, yakni Inosentius Samsul.
Adapun, Adies yang sempat menjabat Wakil Ketua DPR RI, lolos ke parlemen dari Dapil I Jawa Timur (Jatim) pada Pileg 2024.
Adies yang mendapatkan nomor urut satu memperoleh suara 147.185 pada Dapil I Jatim meliputi Kota Surabaya dan Sidoarjo.
Kader Golkar Adela Kanasya Adies menjadi sosok yang memperoleh suara kedua terbanyak untuk Dapil I Jawa Timur (Jatim) dengan 12.792.
Adela merupakan putri Adies sendiri. Dia mampu memperoleh suara kedua terbanyak Golkar di Dapil I Jatim meski menempati nomor urut sepuluh. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan


