Gunung Semeru tiga kali erupsi dengan tinggi letusan capai 1 km

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi tiga kali dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer (km) pada Jumat pagi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis di Lumajang, Jumat, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 04.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 154 detik.

Erupsi kedua terjadi pukul 05.16 WIB dengan tinggi kolom letusan lebih tinggi dari yang pertama yakni teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 122 detik.

Baca juga: Gunung Marapi meletus Rabu pagi, lontarkan abu setinggi 1.600 meter

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.52 WIB dan tinggi kolom letusan lebih tinggi dari yang kedua yakni mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak ( 4.676 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 108 detik.

Sigit menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.



Baca juga: PPG Ile Lewotolok catat 3.544 kali erupsi selama dua pekan terakhir

Baca juga: ESDM ingatkan potensi bahaya erupsi magmatik Gunung Awu-Sulut


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 5,3 Guncang Tahuna Sulut
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Bernardo Tavares Ajak Bonek Penuhi GBT saat Persebaya Hadapi Dewa United
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengacara Hogi Sebut Pertemuan Terkait Keadilan Restoratif di Kejari Sleman Tak Berlanjut
• 23 jam lalukompas.id
thumb
IHSG Ambrol Imbas MSCI, DPR Minta Bursa dan OJK Berbenah
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Respons Gus Yaqut soal Penetapan Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.