Uni Eropa Tetapkan IRGC Organisasi Teroris

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Brussel

Keputusan bulat Brussel berlakukan sanksi aset dan larangan perjalanan terhadap IRGC

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa mencapai kesepakatan bulat untuk menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, Kamis 29 Januari 2026. 

Keputusan ini menandai pergeseran kebijakan yang signifikan setelah tekanan diplomatik selama bertahun-tahun dan respons terhadap tindakan keras Teheran atas gelombang protes nasional di Iran.

Langkah ini diumumkan oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri di Brussel. 

Status baru ini secara otomatis memberlakukan pembekuan aset, larangan perjalanan, hingga pembatasan pendanaan terhadap IRGC.

Penyelarasan Kebijakan Global

Dengan keputusan ini, Uni Eropa kini sejajar dengan Amerika Serikat yang telah menetapkan status serupa pada 2019, serta Kanada pada 2024. 

Kebijakan ini diambil menyusul tindakan represif otoritas Iran terhadap demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh keruntuhan mata uang Rial dan krisis ekonomi pada akhir Desember 2025.

"Penindasan tidak boleh dibiarkan tanpa jawaban," tulis Kallas melalui media sosialnya. "Jika Anda bertindak sebagai teroris, Anda juga harus diperlakukan sebagai teroris."

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, turut menegaskan bahwa langkah ini sudah lama tertunda. Menurutnya, terminologi "teroris" sangat tepat bagi rezim yang menekan aksi protes dengan kekerasan berdarah.

Terobosan Diplomatik di Prancis

Kesepakatan ini tercapai setelah Prancis mencabut keberatannya pada 28 Januari, yang sebelumnya menjadi hambatan utama bagi konsensus Uni Eropa. 

Dukungan serupa kemudian menyusul dari Spanyol, Italia, dan Jerman yang sebelumnya sempat ragu terkait hambatan hukum dan konsekuensi diplomatik.

Sebelum keputusan ini diambil, Parlemen Eropa telah menunjukkan sikap tegas dengan melarang diplomat Iran memasuki gedung parlemen sejak 12 Januari, sembari mendesak penetapan status teroris bagi IRGC.

Respons Keras Teheran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengutuk keras langkah tersebut dan menyebutnya sebagai "kesalahan strategis besar." Araghchi menuduh Eropa hanya mengikuti instruksi Washington dan bersikap munafik.

Ia membandingkan reaksi cepat Eropa terhadap isu hak asasi manusia di Iran dengan apa yang disebutnya sebagai "kelambanan" Eropa dalam menanggapi konflik di Gaza.

Araghchi memperingatkan bahwa Eropa akan menghadapi konsekuensi serius, termasuk potensi lonjakan harga energi dan dampak ekonomi yang lebih luas akibat ketegangan regional ini.

Dampak Strategis

Meskipun sebagian pengamat menilai langkah ini bersifat simbolis, penetapan ini menempatkan IRGC sejajar dengan organisasi seperti al-Qaeda dan ISIS dalam daftar hitam Uni Eropa. Hal ini diperkirakan akan mempersulit jalur diplomasi masa depan antara Brussel dan Teheran.

Selain penetapan status teroris, Uni Eropa juga mengadopsi sanksi tambahan terhadap pejabat Iran yang terlibat dalam penindasan pengunjuk rasa serta pihak yang bertanggung jawab atas pasokan pesawat tanpa awak (drone) ke Rusia. Implementasi hukum secara formal terkait status IRGC ini diharapkan akan segera menyusul kesepakatan politik tersebut

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komjen Dedi: Dukungan Purnawirawan Agar Polri Tetap di Bawah Presiden Energi Besar Seluruh Jajaran
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Setelah Ciliwung, Pramono Anung Kebut Normalisasi Kali Cakung Lama Demi Tangkal Banjir Jakarta
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Tiba di KPK, Eks Menag Yaguq Mengaku Diperiksa Untuk Gus Alex
• 53 menit lalujpnn.com
thumb
Nasib Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto, Dicopot!
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Link Live Streaming Panathinaikos vs Roma di Liga Europa 2026 Besok Dini Hari
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.