Kondisi rumah warga yang hancur akibat bencana hidrometeorologi terlihat di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (29/1). Bencana tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak parah dan memaksa warga terdampak mengungsi sementara.
Dikutip dari Antara, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggono menyatakan, normalisasi alur Sungai Garoga menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko banjir berulang yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Saat ini, proses normalisasi sungai tengah dikebut guna mempercepat pemulihan desa dan meningkatkan keamanan permukiman warga.
Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu juga menjelaskan, sebelum bencana, hulu Sungai Garoga terbagi dua, namun bencana hidrometeorologi membentuk tiga aliran: Garoga 1, Garoga 2, dan Garoga 3 yang terpanjang.
Ketiga aliran itu dihubungkan oleh dua jembatan Bailey sementara yang menghubungkan Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga, sebagai jalur darurat pasca-bencana.




