Media sosial populer TikTok kini berada di bawah kepemilikan baru di Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan pengguna akan melihat banyak perubahan. Salah satu yang dikeluhkan adalah adanya gangguan dan peningkatan sensor terhadap konten-konten tertentu.
Akibatnya, tak sedikit pengguna TikTok beralih ke media sosial lain, salah satunya platform bernama UpScrolled yang baru-baru ini berkembang pesat. UpScrolled adalah media sosial yang menggabungkan fitur-fitur dari Instagram dan X (dulu Twitter). Pengguna bisa berbagi foto video, teks, menemukan konten baru, dan bertukar pesan.
UpScrolled didirikan pada 2025 oleh seorang ahli teknologi Palestina, Yordania, dan Australia, yaitu Issam Hijazi. UpScrolled hadir dengan misi untuk memberikan wadah bagi penggunanya untuk mengekspresikan opini dan pikiran secara bebas, berbagi momen, dan terhubung dengan orang lain. Jejaring sosial ini juga berjanji akan netral terhadap agenda politik dan tidak membuat algoritma tersembunyi berdasarkan agenda pihak luar.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F04%2F02%2Ff363dc6d232f8d82711e2dd5acdfbf7f-20250402_Opini_Gempa_Mandalay_dan_Potensi_Gempa_di_Indonesia.jpg)