JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku lelah menghadapi banjir yang kerap berulang dalam beberapa hari terakhir.
Banjir di Kebon Pala dan Tanah Rendah diketahui sudah berulang kali terjadi sejak 20 Januari 2026.
Tri, warga Tanah Rendah, Jatinegara mengaku lelah karena banjir kerap melanda rumahnya.
Dirinya telah tinggal di kawasan itu sejak kecil.
"Lumayan capek, bulan ini sering banjir, tapi mau gimana lagi? Daripada ngontrak," kata Tri saat ditemui di lokasi, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Titik Banjir Jakarta Jumat Pagi, 41 RT dan 3 Ruas Jalan Masih Terendam
Meski demikian, Tri menyatakan bersedia jika dilakukan normalisasi, dengan catatan dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan mendapatkan ganti rugi yang layak.
"Pengennya kalau emang dipindah, dipindah ke rusun. Cuma rusunnya jangan yang jauh-jauh. Infonya mau pindah digusur ke Rusun Rawa Bebek (Cakung). Lumayan jauh. Jauh juga kerjanya," jelasnya.
"Iya. Kalau ganti rugi ya kayak duit segitu sekarang dapet berapa? Buat beli rumah mah enggak dapet. Buat ngontrak juga ngontrak abis duit itu. Ngontrak kan pada naik kalau lagi kayak gini," tuturnya.
Hal senada warga lain Sunarto. Dia mengaku lelah menghadapi banjir yang terus berulang.
"Capek sih capek, tapi kita enjoy aja, daripada kita digusur, dinormalisasi, mendingan begini (banjir)," kata Sunarto.
Baca juga: Banjir 2 Meter Rendam Kebon Pala, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Sunarto berharap pemerintah memberikan bantuan yang meringankan dan membuat warga merasa nyaman.
"Karena kalau normalisasi kan harus punya persiapan. Ganti ruginya atau lokasinya, kan belum jelas. Lokasinya ada sih enggak masalah, tapi kan belum jelas," katanya.
Sebelumnya, banjir setinggi 210 sentimeter kembali merendam Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat pagi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, ketinggian air nyaris menyentuh atap rumah warga.
Sejumlah rumah tak lagi bisa diakses dengan berjalan kaki.
Petugas kepolisian bersama warga tampak melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet.
Selain itu, warga juga memasang tali tambang untuk memudahkan akses berenang menuju lokasi pengungsian.
Adapun lokasi pengungsian berada di SD Kampung Melayu 01.
Sekolah tersebut sementara diliburkan karena digunakan sebagai tempat evakuasi warga terdampak banjir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




