Kementerian Transmigrasi Buka Beasiswa Patriot, Siapkan 1.100 Kuota S2 di Kawasan Transmigrasi

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Rifiana Seldha

TVRINews, Jakarta

Kementerian Transmigrasi resmi mengumumkan program Beasiswa Patriot 2026 dengan kuota sebanyak 1.100 mahasiswa jenjang magister (S2). Program ini akan dilaksanakan melalui Kampus Patriot yang tersebar di tiga kawasan transmigrasi, yakni Barelang di Batam, Kalukku di Mamuju, serta Salor di Merauke. Pengumuman tersebut disampaikan dalam siaran pers Kementerian Transmigrasi yang diterima tvrinews.com pada Jumat, 30 Januari 2026.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan, Beasiswa Patriot merupakan program prioritas yang disiapkan secara serius, bukan sekadar proyek coba-coba. Program ini melibatkan sinergi dengan sejumlah perguruan tinggi unggulan di dalam negeri.

“Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Menteri Transmigrasi.

Mentrans menekankan, pendidikan dalam program ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak nyata di kawasan transmigrasi. Para penerima beasiswa diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga lingkungan, serta mendorong keadilan ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, awardee Beasiswa Patriot ditargetkan hadir sebagai solusi langsung bagi tantangan pembangunan di kawasan transmigrasi.

Beasiswa Patriot 2026 akan diselenggarakan di tiga Kampus Patriot dengan total puluhan program studi yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.

1. Kampus Patriot Barelang, Batam (Kuota 280 Mahasiswa)
Barelang menyediakan 14 program studi, masing-masing dengan kuota 20 orang, dengan rincian sebagai berikut:
- ITS: Teknik Kelautan; Teknik Perkapalan, Teknik Sipil; dan Teknik Fisika (Rekayasa Energi Terbarukan)
- ITB: Logistik; dan Perencanaan Kepariwisataan
- IPB: Manajemen Sumber Daya Perairan (Teknologi Hasil Perairan)
- UI: Ilmu Kelautan; dan Industri Kreatif
- UNDIP: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik dan Manajemen Industri
- UNPAD: Perikanan; dan Konservasi Laut
- UGM: Agronomi

2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju (Kuota 240 Mahasiswa)
Kalukku menawarkan 12 program studi dengan kuota 20 mahasiswa per program, dengan rincian sebagai berikut:
- ITB: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Geodesi dan Geomatika; Teknik Kimia; dan Rekayasa Pertambangan
- ITS: Teknik Material dan Metalurgi; dan Sistem Informasi
- IPB: Agronomi dan Hortikultura
- UI: Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
- UNDIP: Teknik Lingkungan; dan Peternakan
- UNPAD: Teknologi Agroindustri
- UGM: Manajemen Agribisnis

3. Kampus Patriot Salor, Merauke (Kuota 580 Mahasiswa)
Salor menjadi kawasan dengan kuota terbesar, menyediakan 29 program studi dengan kuota 20 mahasiswa per program, dengan rincian sebagai berikut:
- IPB: Teknologi Pascapanen; Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Manajemen Pembangunan Daerah; Ilmu Tanah; Ilmu Nutrisi dan Pakan; Bioteknologi; Ilmu Ekonomi Pertanian; dan Ilmu Gizi
- ITB: Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS); Teknik Geologi; Teknik Mesin (Pertanian); dan Sistem dan Teknologi Informasi
- ITS: Teknik Lingkungan; Teknik Geomatika; Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik Elektro
- UI: Teknik Sipil Peminatan Manajemen Infrastruktur; Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan; dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
- UNDIP: Energi; dan Manajemen Sumber Daya Perairan
- UNPAD: Antropologi; Ilmu Peternakan; Pariwisata Berkelanjutan; dan Ilmu Hukum (Agraria)
- UGM: Agronomi; Ilmu Perikanan; Teknologi Industri Pertanian; dan Teknologi Hasil Perkebunan

Investasi SDM untuk Pusat Pertumbuhan Baru

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menambahkan bahwa Beasiswa Patriot merupakan bagian dari skema besar Transmigrasi Patriot 2026 yang mengintegrasikan pendidikan, riset aplikatif, dan pengabdian masyarakat.

“Beasiswa Patriot tidak hanya kami posisikan sebagai program pendidikan, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia untuk kawasan transmigrasi. Para awardee kami siapkan agar mampu hadir langsung di lapangan, memahami persoalan masyarakat dilapangan, dan menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Bondan Djati Utami.

Ia menambahkan, penempatan program studi di setiap kawasan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan yang matang.

“Setiap kawasan memiliki karakter dan tantangan yang berbeda karena itu, penempatan program studi, skema pembelajaran, hingga tugas akhir dirancang secara spesifik agar benar-benar mendukung penguatan ekonomi, kelembagaan, dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi,” kata Bondan.

Melalui Beasiswa Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang pembelajaran sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu mentransfer pengetahuan langsung bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Ini Profil dan Perjalanan Karirnya
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Michael Carrick Kembalikan Identitas Manchester United, Menghidupkan Lagi Warisan Sir Alex Ferguson?
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Amankan Laga Persita vs Persija, 1403 Personel Gabungan Disiagakan
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kebakaran Perumahan di Cikini Padam, 13 Penghuni Selamat
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Pengacara Hogi Sebut Pertemuan Terkait Keadilan Restoratif di Kejari Sleman Tak Berlanjut
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.