TABLOIDBINTANG.COM - Aktris Go Youn-jung tengah berada dalam momentum kariernya setelah membintangi sejumlah proyek sukses besar, termasuk serial Moving (Disney+, 2023) dan Sweet Home (Netflix, 2020). Ia juga menarik perhatian penulis papan atas, seperti Hong Sisters, yang menulis naskah serial terbaru yang dibintanginya, Can This Love Be Translated?.
Di serial itu, Go memerankan Mu-hee, seorang aktris yang selama ini hanya berada di pinggiran industri hiburan, mengalami koma selama enam bulan setelah kecelakaan di lokasi syuting. Ketika sadar, ia mendapati film yang tengah digarapnya justru berubah menjadi blockbuster tak terduga. Absensinya yang panjang malah memperbesar rasa penasaran publik. Dalam semalam, Mu-hee mendapat ketenaran yang sebelumnya begitu sulit ia tembus.
Dalam sebuah wawancara di Seoul pada 23 Januari, Go mengungkapkan bahwa ia sangat memahami konflik batin Mu-hee. Menurutnya, semakin banyak yang diraih seseorang, semakin besar pula potensi kecemasan yang menyertai kebahagiaan tersebut.
“Orang yang merasa tidak memiliki apa-apa mungkin justru lebih sedikit mengalami kecemasan. Tetapi bagi mereka yang sudah meraih dan memiliki banyak hal, keinginan untuk mempertahankan kebahagiaan itu menimbulkan ketakutan bahwa suatu hari semuanya bisa berakhir,” ujarnya.
Go menggambarkan Mu-hee sebagai sosok yang merasakan ekstrem emosi itu dengan lebih tajam, sebuah sifat yang ia akui juga ada dalam dirinya. Ia mengaku sering merasa sangat gugup saat menghadiri acara resmi atau seremoni penghargaan.
“Kesalahan bicara sebenarnya tidak terlalu mengganggu saya. Tapi ketika mulai berpikir hal itu bisa mengacaukan jalannya acara atau berdampak pada banyak orang yang terlibat, termasuk tim tata rambut dan rias, kecemasan saya meningkat drastis,” kata Go.
Sensitivitas tersebut, lanjutnya, turut membentuk caranya memerankan Mu-hee. Ia membayangkan tokoh itu diliputi ketakutan bahwa satu penilaian keliru atau satu ucapan ceroboh dapat menghancurkan semua yang telah ia bangun.
Meski terdapat kesamaan di permukaan, Go menegaskan bahwa memerankan karakter seorang aktris tidak serta-merta menjadi lebih mudah. Ia menolak anggapan bahwa peran tersebut otomatis dekat dengan dirinya. Menurutnya, akting bersifat sangat subjektif, dan kebiasaan maupun naluri pribadinya tidak selalu sejalan dengan gambaran publik tentang seorang aktor.
Untuk menjembatani hal itu, Go melakukan riset mendalam. Ia menonton berbagai video bintang pop, termasuk grup seperti Blackpink dan BTS, terutama cara mereka berinteraksi dengan penggemar di bandara, serta bagaimana aktor senior menyapa publik dengan santai di karpet merah.
Peran Mu-hee hadir pada saat Go sendiri telah mapan di puncak industri, dengan tawaran proyek yang terus mengalir dari para kreator ternama. Serial berikutnya, We Are All Trying Here (2026), akan memasangkannya dengan aktor Koo Kyo-hwan dan ditulis oleh Park Hae-young, penulis di balik drama-drama Korea peraih pujian seperti My Mister (2018) dan My Liberation Notes (2022).
Mengenang proyek-proyek terbarunya, Go menyoroti kontras yang mencolok di antara karya-karyanya. Ia mengaku kerap tersentuh oleh naskah yang sedang ia garap saat ini.
“Tanpa membocorkan apa pun, jika Can This Love Be Translated? terasa seperti dongeng berwarna-warni, proyek ini lebih seperti sitkom komedi hitam yang berlatar realitas abu-abu dan beton, dipenuhi orang-orang yang tetap mampu bersinar,” ujarnya.
Kontras tersebut, menurut Go, membuat proses menerima setiap naskah baru dan memerankannya terasa seperti rangkaian musik. “Rasanya sangat menyenangkan,” tutupnya.



