Transisi Direksi Uni-Charm, Potret Karier Puncak Profesional

herstory.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Perubahan susunan Direksi PT Uni-Charm Indonesia Tbk menjadi potret gaya hidup profesional dalam fase transisi karier puncak, Beauty. 

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pada 26 Januari 2026, Perseroan menyetujui pengunduran diri tiga anggota Direksi sekaligus mengangkat tiga Direksi baru sebagai bagian dari penyesuaian kepemimpinan perusahaan terbuka tersebut.

Keputusan ini disampaikan Perseroan melalui keterbukaan informasi kepada publik dan dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Seluruh proses pergantian Direksi ditegaskan telah berjalan tertib dan patuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam konteks gaya hidup profesional, transisi kepemimpinan ini mencerminkan dinamika karier di level eksekutif yang menuntut kesiapan menghadapi perubahan, adaptasi peran, serta tanggung jawab yang lebih besar. 

Jabatan Presiden Direktur kini diemban oleh Tn. Yasutaka Nishioka, yang melihat perubahan struktur Direksi sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan Perseroan.

Tn. Nishioka memercayai bahwa penyesuaian kepemimpinan ini diperlukan untuk memastikan operasional perusahaan tetap selaras dengan prioritas bisnis di masa depan. 

Menurutnya, fondasi organisasi yang kuat menjadi bagian penting dari perjalanan profesional di tingkat manajemen puncak, terutama dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

“Perseroan tengah mengakselerasi momentum pemulihan untuk memacu kinerja operasional yang lebih tangguh menghadapi rencana jangka menengah sampai dengan tahun 2030. Melalui ekspansi bisnis berkelanjutan dan penguatan struktur internal, kami berkomitmen penuh menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Kami juga akan terus berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas sebagai bentuk tanggung jawab utama kami kepada publik dan seluruh pemegang saham melalui keterbukaan informasi yang proaktif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nishioka.

Bagi para profesional, perubahan Direksi ini menggambarkan fase transisi karier puncak yang sarat dengan perencanaan jangka panjang, pengambilan keputusan strategis, serta komitmen terhadap tata kelola yang akuntabel. 

Dalam kehidupan profesional modern, keterbukaan informasi dan kepatuhan regulasi menjadi bagian dari gaya kerja yang tak terpisahkan, khususnya bagi pimpinan perusahaan publik yang berhadapan langsung dengan kepentingan pemangku kepentingan yang luas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Film Indonesia Bertema Slice Of Life yang Relate dengan Kehidupan Sehari-hari
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Penuhi Panggilan KPK, Gus Yaqut: Saya Dipanggil untuk Saksi Gus Alex
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Dahnil Anzar Ungkap 13 Calon Petugas Haji Dicopot Saat Diklat karena Indisipliner
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Terjebak di Angka 5 Persen, Burhanuddin Abdullah Sebut Ekonomi RI Alami Inersia
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Dijual Bebas 24 Jam, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Whip Pink?
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.