Dalam 24 jam terakhir yakni pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 08.00 Wib, Financial Expert Ajaib Panji Yudha mencatat Bitcoin (BTC) tercatat melemah tipis 0,35 persen dan bertengger di level USD89.150 atau setara Rp1,48 miliar.
Panji juga mencatat dominasi pasar Bitcoin berada di level 59,55 persen, sementara total kapitalisasi pasar kripto turun 0,45 persen menjadi USD2,99 triliun. Bitcoin bergerak terbatas usai keputusan The Fed Bitcoin terpantau bergerak dalam rentang USD89.000-USD90.500 setelah The Fed memutuskan menahan suku bunga dan mengakhiri tren pemangkasan suku bunga yang terjadi tiga kali berturut-turut sejak September lalu.
Baca juga: Bitcoin Menguat ke Area USD89.000 Setelah Indeks Dolar AS Tertekan
Keputusan ini diambil melalui voting mayoritas 10-2 dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Ketua The Fed Jerome Powell menilai ekonomi Amerika Serikat masih berekspansi secara solid, meskipun inflasi inti berada di level 2,9 persen atau di atas target 2 persen.
Powell juga menyebut kebijakan moneter saat ini sudah mendekati posisi netral dan menilai dampak tarif terhadap harga barang bersifat sementara atau hanya terjadi satu kali. Pasar tenaga kerja dan sinyal untuk investor kripto Terkait pasar tenaga kerja, Powell menepis kekhawatiran resesi. Ia menyoroti perekrutan sektor swasta yang tetap tumbuh, meski terdapat rata-rata kehilangan sekitar 22 ribu pekerjaan per bulan.
Bagi investor kripto, sinyal ini menunjukkan The Fed tidak lagi agresif mengetatkan kebijakan, namun juga belum memberi sinyal stimulus tambahan dalam waktu dekat. Kondisi tersebut membuat pasar kripto cenderung bergerak hati-hati.
Di tengah isu suksesi kepemimpinan, Powell memberikan pesan tegas agar penerusnya tetap menjaga independensi dan menjauh dari politik praktis. Ketegangan internal Fed dan tantangan hukum di Mahkamah Agung kini menjadi faktor baru yang diawasi ketat oleh pasar kripto yang sensitif terhadap pergeseran kebijakan moneter.
Harga Bitcoin yang stabil di area usd89.000 menunjukkan bahwa pasar telah mengantisipasi hasil FOMC ini sepenuhnya.
Trader kini mulai mengkalibrasi ulang ekspektasi pemangkasan suku bunga jangka pendek sambil memantau konsolidasi harga untuk menentukan momentum arah selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488202/original/036494300_1769741460-Training_29_Januari-274.jpg)

