Ribuan Kapal Bersandar di Muara Angke, Dinas KPKP DKI Buka Suara

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kondisi lalu lintas di PPN Muara Angke sangat tersendat akibat penumpukan ribuan kapal sejak November 2025.
  • Kapasitas normal pelabuhan hanya 500 kapal, namun lonjakan mencapai 2.564 kapal akibat cuaca ekstrem dan izin baru.
  • Pemprov DKI Jakarta berencana menambah dermaga, mengeruk kolam labuh, serta mengoordinasikan penghentian izin pangkalan baru.

Suara.com - Kondisi lalu lintas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, kini sedang mengalami ketersendatan yang cukup pelik.

Penumpukan ribuan kapal nelayan tersebut mengakibatkan aktivitas pelabuhan nyaris lumpuh total dan menghambat mobilitas ekonomi warga pesisir viral di media sosial.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @vlogwargajkt pada Selasa (27/1/2026), armada nelayan tampak berdesakan dan tersusun tidak beraturan hingga menutup alur keluar-masuk kapal.

Tokoh Masyarakat Nelayan Muara Angke, James Willing, menyatakan bahwa keluhan mengenai kepadatan ini sebenarnya sudah disampaikan sejak lama kepada pihak pengelola.

Lebih lanjut, James menyebutkan bahwa fenomena membeludaknya jumlah kapal ini telah berlangsung secara bertahap sejak November 2025 lalu.

"Sekarang sudah tidak memungkinkan, banyak kapal yang tidak bisa berangkat ke laut," katanya lagi.

Selain menghambat aktivitas melaut, kepadatan yang ekstrem ini memicu kekhawatiran besar terkait risiko keselamatan, terutama ancaman kebakaran di kolam labuh.

Menanggapi karut-marut di Muara Angke, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, memberikan penjelasan mengenai penyebab lonjakan armada tersebut.

Hasudungan menjelaskan bahwa kapasitas normal tambat labuh di PPN Muara Angke sebenarnya hanya berkisar antara 400 hingga 500 unit kapal saja.

Baca Juga: Pelni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Apa Saja?

"Sejak terjadi cuaca ekstrim di Jakarta, jumlah kapal yang bersandar mencapai 2.564 kapal," terangnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).

Lonjakan ini juga dipicu oleh adanya penambahan rekomendasi pangkalan terhadap 400 kapal baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sepanjang tahun 2025.

"Jumlah kapal yang melebihi kapasitas menyebabkan sempitnya ruang gerak kapal dan menyulitkan kapal keluar masuk pelabuhan," lanjut Hasudungan.

Sebagai langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah dermaga baru sepanjang 120 meter yang diproyeksikan mampu menampung 600 kapal.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga akan melakukan pengerukan kolam labuh di kawasan Kaliasin dan Kaliadem guna memperluas ruang tambat bagi 400 kapal lainnya.

Koordinasi dengan KKP pun kini tengah diupayakan agar pemberian izin pangkalan baru dapat dihentikan sementara waktu demi mengurai kepadatan yang ada.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Kondisi Sebenarnya? Setelah Zhang Youxia Lengser, Beredar Kabar Pergerakan Militer — Situasi Kian Tegang
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Edan! Harga Emas Pegadaian Makin Liar, Pecah Rekor dan Lompat Rp192.000 per Gram
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BKKBN Sulsel Dampingi Wamendukbangga Tinjau Kampung KB Manggala, Sosialisasi Program Bangga Kencana Hingga Harmoni
• 3 jam laluterkini.id
thumb
5 Anjing di Bandung Lepas, Serang 2 Bocah: Malamnya Korban Panas hingga Kejang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan Orang yang Terlihat Rendah Hati tapi Sebenarnya Hanya Haus Pujian
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.