Kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah memicu perhatian luas dari opini publik internasional. Namun hingga kini, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) belum mengungkapkan rincian kasus tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai rumor mengenai penangkapan kedua tokoh ini beredar luas. Menurut informasi terbaru, situasi di Zhongnanhai penuh ketegangan dan ketidakpastian, suasana di tubuh militer sangat tegang, dan Jalan Chang’an dipenuhi aparat militer serta polisi. Para analis menilai, rezim PKT tengah berada pada momen perubahan besar.
EtIndonesia. Setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli dilengserkan, dunia luar terus mencermati perubahan situasi politik di Zhongnanhai. Informasi terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengamanan di pusat Kota Beijing serta di jalur-jalur utama keluar masuk kota telah dinaikkan secara signifikan.
Warga Beijing mengatakan kepada Epoch Times bahwa dari kawasan Dongdan hingga Stasiun Beijing, hampir setiap beberapa langkah terdapat pos penjagaan—“tiga langkah satu pos, lima langkah satu penjaga”.
Mantan pejabat Kementerian Luar Negeri PKT, Han Lianchao, mengunggah foto di platform X yang memperlihatkan Jalan Chang’an di Beijing dijaga bersama oleh militer, polisi, polisi militer, dan pasukan khusus dari berbagai instansi.
Pada 27 Januari, sejumlah video juga beredar di internet yang memperlihatkan pergerakan pasukan militer PKT di berbagai tempat, termasuk wilayah militer Xuzhou. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah besar pasukan darat bersenjata lengkap dikerahkan. Namun, mengingat sistem PKT yang tertutup dan tidak transparan, informasi ini masih belum dapat diverifikasi.
Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue (tangkapan layar)“Pergerakan militer yang kita lihat menunjukkan bahwa memang ada tingkat ketidakpuasan yang cukup besar di dalam tubuh militer, dan juga adanya koordinasi. Penilaian ini terutama berdasarkan informasi internal yang saya peroleh dari sumber-sumber di dalam negeri,” kata Wakil Ketua Front Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue.
Informasi terbaru juga menunjukkan bahwa sejumlah faksi telah terlibat dalam peristiwa ini.
Sheng Xue menambahkan: “Menurut teman saya, saat ini kekuatan dari faksi Jiang, faksi Ye, serta tokoh-tokoh seperti Liu Yuan, semuanya berpotensi ikut terlibat.”
Selain itu, aktivis demokrasi Tiongkok yang bermukim di Amerika Serikat, Tang Boqiao, mengungkapkan di platform X bahwa berdasarkan informasi yang ia peroleh, kasus Zhang Youxia masih belum berakhir.
Kedua pihak disebut masih berdebat mengenai legalitas penangkapannya. Otoritas absolut Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadapi tantangan serius, dan risiko bentrokan bersenjata tidak disengaja dikhawatirkan semakin meningkat.
“Penjatuhan Zhang Youxia kali ini pada dasarnya adalah pertarungan politik. Kasusnya sangat berbeda dengan kasus Miao Hua maupun Li Shangfu sebelumnya. Dari insiden hingga pengumuman resmi, hanya berselang beberapa hari. Sementara Miao Hua, He Weidong, dan Li Shangfu semuanya mengalami setidaknya setengah tahun proses yang disebut sebagai ‘penyelidikan’,” kata Komentator urusan politik dan militer serta pengelola blog Biro Intelijen Militer, Zhou Ziding.
“Ini menunjukkan bahwa Xi Jinping sangat ingin menetapkan kesimpulan kasus Zhang Youxia dalam waktu singkat. Selain itu, tuduhan terhadap Zhang Youxia tergolong sangat berat, termasuk tuduhan serius melanggar sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat,” tambahnya.
“Ini adalah pertama kalinya hal seperti ini muncul dalam sejarah militer PKT. Dari rumusan tuduhan tersebut, terlihat jelas bahwa pertarungan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia bersifat hidup-mati dan sangat sengit,” jelasnya.
Pada 27 Januari, media resmi PKT melaporkan bahwa pemimpin PKT Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo, di Aula Besar Rakyat di Beijing. Para analis menilai ini merupakan pola khas PKT: di dalam negeri arus bawah bergejolak, sementara ke luar tetap mempertontonkan citra stabil.
“Cara seperti ini sebenarnya tidak mengejutkan. Secara keseluruhan, PKT—baik masing-masing pihak masih mampu mengendalikan situasi, maupun bekerja sama untuk menstabilkannya—pasti akan berupaya mengirimkan sinyal kepada dunia luar bahwa kekuasaan PKT tetap stabil,” kata Sheng Xue.
Sementara itu, Wall Street Journal baru-baru ini mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, menyebutkan bahwa instansi terkait PKT telah menyita perangkat komunikasi milik para perwira yang dipromosikan bersamaan dengan Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Ribuan perwira yang memiliki keterkaitan dengan mereka juga berpotensi menjadi target penyelidikan.
Para analis menilai, peristiwa ini bukan sekadar pertarungan kekuasaan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia, tetapi juga dapat menjadi pemicu awal dari perubahan besar menjelang runtuhnya rezim PKT.
Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Tang Rui.





