JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyampaikan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 akan menjalani proses pembelajaran bahasa Arab selama 10 hari.
Gus Irfan menuturkan, proses diklat tidak berhenti meski petugas sudah dikukuhkan pada hari ini dalam penutupan pembekalan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma.
"Masih ada 10 hari lagi untuk mereka kami berikan materi secara online, termasuk bahasa Arab, pengenalan budaya Arab," ucap Gus Irfan di lokasi, Jumat.
Gus Irfan menuturkan, bekal kemampuan bahasa Arab dasar sangat diperlukan agar petugas dapat berkomunikasi dengan percaya diri dan tidak canggung dalam melayani jemaah di Tanah Suci.
Baca juga: Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Wajah Indonesia di Mata Dunia, Harus Bertugas dengan Baik
"Kami berharap para petugas haji paham bahasa dan paham tentang kultur dan budaya Arab supaya tidak canggung ketika berada di lokasi sana," jelasnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak juga menambahkan bahwa ada pendalaman fikih dasar haji yang perlu dipelajari para petugas.
"Ya nanti kan ada 10 hari itu mereka daring, pendalaman bahasa Arab dengan fikih dasar haji," kata Dahnil.
Dahnil menyebut proses diklat juga menjadi bagian dari seleksi, sehingga ada petugas haji yang gugur karena tidak memenuhi berbagai persyaratan.
"Proses pelatihan ini, jadi kami sering menyebutkan diklat ini adalah proses seleksi. Pasti ada yang berguguran gitu. Jadi diklat adalah proses seleksi," imbuhnya.
Baca juga: Amanat Prabowo untuk Petugas Haji: Penyelenggaraan Haji Amanah Besar
Karena itu, diklat semi militer yang diterapkan untuk membangun kekompakan dan kedisiplinan dalam menjalani tugas-tugas selama di Tanah Suci.
"Jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jemaah, banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya, petugas haji itu jadi minta dilayani," kata dia.
Dahnil mengingatkan bahwa tugas petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jemaah, bukan justru menjadi kesempatan untuk ikut nebeng berhaji.
"Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



