Teka-teki pemilik bangkai pesawat bertuliskan Deraya Air Love Papua di Mojokerto akhirnya sedikit terkuak. Pemiliknya diketahui bernama Anggun, seorang perempuan asal Sidoarjo.
Kepala Dusun Sonosari, Roby Darwis, mengatakan bangkai pesawat tersebut diperoleh Anggun secara cuma-cuma dari Jakarta.
“Katanya, kerangka pesawat itu diberi oleh seseorang kepada Bu Anggun. Bu Anggun mendapatkannya gratis, bukan membeli,” kata Roby kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, Anggun merupakan pemilik rumah dan tanah yang dijadikan lokasi penempatan bangkai pesawat Deraya Air tersebut.
“Tanah dan rumah itu sudah dibeli Bu Anggun. Informasinya dulu, kerangka pesawat itu akan dijadikan tempat wisata edukasi oleh Bu Anggun,” bebernya.
Menurut Roby, pengiriman bangkai pesawat yang menggunakan empat truk tronton memakan biaya sekitar Rp 14 juta dari Jakarta menuju Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
“Biaya angkut dari Jakarta ke sini habis Rp 14 juta pakai empat tronton. Perjalanan dari Jakarta ke sini memakan waktu lebih dari sehari. Itu datangnya ke sini pada Juni 2025,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai latar belakang pekerjaan Anggun, Roby enggan membeberkan lebih jauh. Ia hanya memastikan bahwa Anggun bukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Bukan anggota DPR. Saya hanya tahu beliau orang Sidoarjo, bukan dari Jakarta. Kalau kelanjutan bangkai pesawat itu, informasi terakhir masih dalam proses pengurusan izin untuk wisata edukasi tersebut,” pungkasnya.





