Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa penanganan banjir di wilayah ibu kota saat ini relatif terkendali. Meskipun demikian, pihaknya tetap menyiagakan personel dan alat berat sebagai langkah preventif menghadapi ancaman curah hujan tinggi berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Alhamdulillah penanganan banjir di Jakarta relatif sekarang ini semuanya sudah tertangani dan lalu lintas berjalan dengan baik, tetapi saya tetap meminta kepada Suku Dinas Suberdaya Air untuk penanganan preventif dilakukan, karena dari data BMKG ada kemungkinan besok itu juga curah hujannya tinggi. Dengan demikian kami tetap melakukan penggalian, ada 200 eksekavator di 5 wilayah. Dan mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta," ujar Pramono pada, Jumat 30 Januari 2026.
Sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi untuk melakukan intervensi di langit Jakarta dengan melakukan proses modifikasi cuaca.
"Sekarang ini hampir daerah yang sama dengan Jakarta artinya tetangga kiri kanan dan sebagainya masih mempunyai persoalan dengan mengatasi banjir karena problemnya apa? Terus terang infrastruktur Jakarta pasti lebih baik sehingga dengan demikian untuk menjawab efektivitas saya hanya melihat apa yang dilakukan di Jakarta apakah sudah maksimal atau belum," tambahnya.
Selain penanganan jangka pendek, Gubernur Pramono Anung juga menekankan pentingnya solusi jangka menengah melalui normalisasi sungai. Terdapat tiga sungai utama yang menjadi prioritas pengerjaan guna meminimalisir risiko luapan air saat hujan ekstrem.
"Saya tetap untuk pengurukan itu dilakukan terus-menerus Tetapi untuk jangka menengah seperti yang saya sampaikan sekali lagi Jakarta akan melakukan normalisasi untuk tiga sungai utama yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama dan saya sudah minta untuk segera ini diputuskan kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU untuk membuat tanggul dan sebagainya sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama kita mulai tahun ini," jelas Pramono.
Program normalisasi ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam sistem ketahanan air Jakarta, meskipun tantangan geografis tetap ada jika curah hujan ekstrem melanda.
"Nah kalau itu bisa dilakukan saudara-saudara sekalian maka menengahnya kita sudah melakukan antisipasi walaupun tetap yang namanya Jakarta itu kalau curah hujannya di atas 200 pasti terus ada penanganan banjir," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews




