JAKARTA, KOMPAS.com – Niat seorang pemuda berinisial IK (22) untuk mendapatkan pekerjaan berujung tragis di aliran Kali Mookervart, Cengkareng, Jakarta Barat.
Warga Jalan Bangun Nusa Raya itu dilaporkan hilang tenggelam setelah secara tiba-tiba melompat ke sungai tepat di saat dirinya hendak pergi melamar kerja.
Komandan Peleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Korwil Jakarta Barat, Maulana Syahroni, mengungkapkan peristiwa tersebut bermula pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca juga: Kali Mookervart: Sumber Air Warga Rusun Pesakih yang Terancam Sampah dan Limbah
Kronologi KejadianSaat itu, korban sedang bersama rekannya menumpangi angkutan umum menuju lokasi melamar pekerjaan.
"Kronologis awal, diduga korban ingin melamar kerja bersama temannya naik angkot dari Jalan Bangun Nusa," ujar Maulana saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Namun, setibanya di kawasan Jembatan Gantung, korban mendadak turun dari angkot dan langsung menceburkan diri ke aliran Kali Mookervart atau Cengkareng Drain.
Berdasarkan keterangan saksi, IK sebenarnya sempat berupaya menyelamatkan diri sesaat setelah menyentuh air.
"Korban menyeburkan diri ke aliran Cengkareng Drain, korban sempat berpegangan di tiang jembatan," kata Maulana.
Nahas, derasnya arus sungai membuat pegangan pemuda tersebut terlepas hingga ia terseret aliran sungai yang tengah meluap.
"Korban terbawa arus, diduga tidak bisa berenang," ucap Maulana.
Maulana menambahkan ciri terakhir korban saat kejadian adalah bertubuh tinggi, berkulit putih, serta mengenakan sweater dan celana panjang berwarna hitam.
Baca juga: Dari Kali Hitam ke Segelas Air Bersih: Perjalanan Air Rusun Pesakih dari Kali Mookervart
Operasi Pencarian Terkendala CuacaMemasuki hari ketiga pencarian, Jumat (30/1/2026), Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Kantor SAR Jakarta, dan Gulkarmat masih terus menyusuri aliran sungai hingga sejauh 3 kilometer.
Namun, cuaca ekstrem yang melanda Jakarta menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi.
"Salah satu kendala memang karena ketinggian muka air Cengkareng Drain. Kemarin tinggi muka air Angke Hulu dan Pesanggrahan bahkan naik status Siaga 3," ujarnya.
Hingga Jumat siang, tim gabungan masih terus berupaya mencari keberadaan IK di sepanjang aliran Cengkareng Drain.
"Sejauh ini korban belum ditemukan, nanti sore akan dikabarkan lagi mengenai hasil pencarian hari ini atau apakah saat korban ditemukan," tutur Maulana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488766/original/056567900_1769763033-IMG_6365.jpeg)


