Trump Turunkan Prioritas Energi Bersih: Apakah Proyek CCS Indonesia Terpengaruh?

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Trump mengumumkan rencana menarik AS dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional terkait iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi.
  • Fokus proyek CCS Indonesia adalah negara-negara Asia, yang menghadapi dampak perubahan iklim
  • Proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Indonesia tetap berjalan.

     

Suara.com - Kebijakan iklim Presiden AS Donald Trump yang menurunkan prioritas energi bersih memunculkan pertanyaan global: apakah langkah ini akan mengganggu proyek energi bersih di negara lain?

Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, menegaskan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Indonesia tetap berjalan.

“Apa yang terjadi di luar sana, bahkan beberapa negara tidak lagi memprioritaskan CCS, tidak akan berpengaruh pada proyek di Indonesia,” ujarnya dalam peluncuran IICCS Forum 2026 seperti dikutip dari ANTARA. 

Rizky menjelaskan fokus proyek CCS Indonesia adalah negara-negara Asia, yang menghadapi dampak perubahan iklim serupa dan memiliki komitmen dekarbonisasi sejalan dengan Indonesia.

Ilustrasi emisi karbon di langit (Pexels/Pixabay)

Persetujuan bilateral dengan Singapura, Jepang, dan Korea Selatan sudah berjalan, sehingga proyek CCS tetap bisa berkembang.

Forum IICCS 2026, hasil kolaborasi ICCSC dan On Us Asia, menjadi platform bagi pemerintah, industri, akademisi, dan mitra internasional untuk memperkuat ekosistem CCS nasional.

Forum ini juga menegaskan bahwa solusi iklim tidak hanya retorika global, tetapi bisa diterjemahkan ke proyek konkret dengan manfaat nyata bagi ekonomi dan lingkungan di Asia Tenggara.

Sementara itu, Trump mengumumkan rencana menarik AS dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional terkait iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi. Menurut memorandum Gedung Putih, keputusan ini diambil setelah meninjau “organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dianggap bertentangan dengan kepentingan AS.”

Di tengah gejolak kebijakan global, Indonesia menunjukkan bahwa langkah-langkah praktis untuk mitigasi karbon dan transisi energi tetap bisa dilakukan, menempatkan negara dan masyarakat Asia pada posisi yang relevan dan berdampak nyata.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Korea Selatan, Saham Hyundai dan Kia Langsung Anjlok


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DSC Perkuat Jejaring Wirausaha Demi Mendukung Pertumbuhan Ekonomi RI
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Kembali Panggil Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji Hari Ini
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 138, Hari Ini Jumat 30 Januari 2025: Malam Mencekam Trian dan Adila
• 10 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Detik-detik Sirene Meraung hingga Banjir Kepung Bekasi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Istana Pastikan Tak Ada Intervensi
• 5 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.