HP China Tak Laku di Kandang Sendiri, Warga Kompak Beralih ke iPhone

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: iPhone 17. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple berhasil merajai pasar HP China dan mengalahkan 'raja' HP lokal seperti Oppo, vivo, Huawei, Xiaomi dan Honor. Seri iPhone 17 terbukti mampu menggairahkan pasar berkat inovasi dari segi desain dan peningkatan hardware.

Sepanjang kuartal-IV (Q4) 2025, firma riset Counterpoint melaporkan penjualan iPhone melompat 28% secara tahun-ke-tahun (YoY). Di urutan ke-2, Oppo memantapkan posisi dengan mencatat pertumbuhan positif di atas 10%, meskipun tidak semoncer Apple.


Sementara itu, pabrikan HP China lainnya seperti vivo, Huawei, dan Xiaomi, yang masing-masing secara berurutan menduduki posisi ke-3, ke-4, dan ke-5, kompak mencatat pertumbuhan minus lebih dari 10% YoY pada Q4 2025.

Honor di posisi ke-6 juga anjlok, tetapi tak sampai 10%, dikutip dari laman resmi Counterpoint, Jumat (30/1/2026).

Pilihan Redaksi
  • iPhone Air Banting Harga Gila-gilaan, Langsung Ludes Terjual
  • Bangkitnya Raja HP Dunia, Laku Keras 'Bantai' HP China

Terbaru, pada kuartal yang akan berakhir di Maret 2026, Apple memprediksi pendapatannya akan lebih tinggi dari estimasi pasar, yakni mencapai 16% YoY. Pertumbuhan ini disokong permintaan iPhone yang membludak, serta bangkitnya dominasi Apple di China dan India.

Sebagai informasi, hasil kinerja pada Q4 2025 juga telah melampaui estimasi pasar. CEO Apple Tim Cook mengatakan permintaan untuk seri iPhone 17 sangat mengejutkan.

Penjualan seri iPhone 17 yang laris manis di beberapa negara di kuartal yang berakhir Desember 2025, membantu menenangkan kekhawatiran investor terkait tekanan penjualan hardware di tengah ancaman krisis chip global.

Saham Apple naik 2,5% pada perdagangan lanjutan sebagai respons atas hasil kinerjanya yang baru dirilis, tetapi kemudian terjadi koreksi sehat dan ditutup dengan kenaikan 0,8%.

Apple menargetkan pendapatan di kuartal-II (Q2) 2026 tumbuh 13%-16%, di atas patokan para analis sebesar 10%, menurut data LSEG. Perusahaan juga memprediksi pengeluaran operasional di kisaran US$18,4-18,7 miliar, sedikit di atas pengeluaran di Q1 2026.

Kendati mematok prediksi ambisius, Cook tak mengelak jika krisis chip global yang berdampak pada perangkat elektronik konsumen seperti HP, komputer, dan peralatan rumah tangga, juga bisa berdampak ke bisnis ponselnya.

"Saat ini kami mengalami keterbatasan. Dan pada titik ini, sulit untuk memprediksi kapan penawaran dan permintaan akan seimbang," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2026).

"Kami melihat kurangnya fleksibilitas dalam rantai pasokan dibandingkan biasanya, sebagian karena peningkatan permintaan yang baru saja saya sebutkan," ia menambahkan.

Sebelum paparan kinerjanya, Cook mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa permintaan untuk iPhone sangat mengejutkan. Pendapatan tumbuh 23% YoY dan tercatat sebagai pencapaian terbesar kuartalan sepanjang sejarah Apple.

Apple memperkirakan margin laba kotor sebesar 48% hingga 49% pada Q2 2025. Pada Q1 2026, perusahaan membukukan margin laba kotor sebesar 48,2%, di atas perkiraan sendiri dan ekspektasi analis sebesar 47,45%, menurut data LSEG.

Hasil ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya untuk chip memori DRAM dan komoditas seperti emas belum terlihat dalam hasil Apple. Cook mengatakan krisis chip memori akan sedikit lebih berdampak pada margin laba kotor Q2.

"Setelah Q2, kami terus melihat harga pasar untuk memori meningkat secara signifikan. Seperti biasa, kami akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengatasi hal itu," ia menuturkan.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Pakai Teknologi AI, Bisnis Tambang Kian "Cerdas" & Berkelanjutan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iran Respon Keras Keputusan Uni Eropa Labeli IRGC Sebagai Organisasi Teroris
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkum: Posbankum Berhasil Selesaikan Sengketa Rumah Ibadah dan Konflik Waris Puluhan Tahun
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketika Pemberdayaan Perempuan Berhenti di Statistik
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
12 Bahaya Sering Konsumsi Saus Kemasan
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Investor Waspada! 2 Saham Ini Masuk Pengawasan Imbas Pola Transaksi Tak Wajar
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.