Kemacetan parah melanda kawasan Raya Margomulyo Surabaya hingga berdampak luas ke wilayah sekitarnya dan jalur tol, sejak Jumat (30/1/2026) pagi.
Laporan yang diterima Suara Surabaya, kemacetan parah ini disebabkan adanya dua truk yang salah satunya truk trailer, mogok di jalur menuju Beranjangan, Kecamatan Krembangan, sejak pagi hari.
Meskipun proses evakuasi kendaraan bermasalah tersebut telah rampung dilakukan, sisa kepadatan volume kendaraan masih sangat tinggi hingga Jumat sore.
AKP Imam SR Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menjelaskan posisi kendaraan yang mogok sebelumnya berada di titik krusial sebelum Jembatan Beranjangan, sehingga hampir menutup seluruh lajur jalan.
“Karena ada dua kendaraan besar yang bermasalah mengarah ke Branjangan sebelum jembatan, sehingga hampir menutup semua jalur. Namun sudah bisa kita evakuasi sebenarnya dua jam yang lalu, namun masih berimbas,” ujar AKP Imam kepada Radio Suara Surabaya, Jumat sore.
Untuk mengurai simpul kepadatan, pihak kepolisian kini terus melakukan berbagai pola pengaturan di lapangan agar arus lalu lintas yang mengunci segera mencair.
Rekayasa yang dilakukan meliputi pengalihan arus hingga penutupan titik putar balik.
“Buka tutup untuk u-turn tadi, u-turn Ninja Xpress maupun u-turn BCA, terus termasuk juga penutupan jalur yang dari arah Kalianak itu kita arahkan ke Dupak Demak,” jelasnya.
Adapun kemacetan di jalur arteri Margomulyo ini juga berimbas signifikan pada akses jalan tol. Antrean kendaraan dilaporkan mengekor hingga ke atas jalan tol di titik exit Tandes Timur. Kondisi ini diperparah pertemuan arus kendaraan di pintu keluar tol tersebut.
Kemacetan di tol imbas padatnya raya Margomulyo sejak, Jumat (30/1/2026). Foto: Fandy via WA SS“Kalau dari tol itu, dari Margomulyo masih tetap dibuka, cuma akhirnya kan crossing di exit Tandes Timur itu. Terjadi kepadatan yang tentunya juga pasti mengekor ke atas tol,” tambah AKP Imam.
Merespons kondisi tersebut, AKP Imam mengimbau kepada pengguna jalan yang berada di jalur tol agar mempertimbangkan untuk menggunakan pintu keluar alternatif seperti Romokalisari atau Osowilangun, guna menghindari titik macet di Tandes.
Ia juga meminta para pengendara untuk tetap disiplin mengikuti arahan personel di lapangan. “Mohon mengikuti petunjuk dari petugas terutama di titik-titik krusial sehingga tidak menambah kepadatan atau mengunci. Jadi lebih ke tertib saja,” tegasnya.
Dia mengatakan, pihak kepolisian telah menambah kekuatan personel di lokasi untuk mempercepat proses penarikan arus, mengingat volume kendaraan cenderung meningkat pada momen akhir pekan.
“Ini kita tambah lagi untuk mempercepat. Tadi sudah 10 personel kita tempatkan, ini kita tambah lagi untuk perkuatan agar mudah-mudahan enggak lama lagi bisa mencair dan normal kembali,” pungkas AKP Imam.
Adapun hingga Jumat sore, saat berita ini ditayangkan, arus lalu lintas masih macet. Mulai simpang empat Dupak, Kalianak, Romokalisari, Tambak Osowilangon, Jalan Raya Tandes hingga Sukomanunggal juga masih macet. (bil/iss)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485366/original/030114100_1769504951-SnapInsta.to_623382904_18258077023290058_4260322315650181022_n.jpg)



