Mexico City, VIVA – Julukan negatif kerap melekat pada Meksiko, terutama soal isu keamanan dan kartel yang sering mendominasi pemberitaan global. Namun di balik stigma tersebut, pasar otomotif negara ini justru menunjukkan geliat kuat, khususnya untuk mobil listrik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Meksiko menjelma menjadi salah satu pasar kendaraan elektrifikasi yang tumbuh paling cepat di kawasan Amerika Utara. Minat konsumen terhadap teknologi baru ini berkembang seiring kebutuhan mobilitas perkotaan dan efisiensi biaya penggunaan.
Salah satu merek yang paling menonjol adalah BYD, yang mulai memasarkan mobil penumpang di Meksiko sejak awal 2023. Kehadirannya ditandai dengan peluncuran sejumlah model listrik dan plug-in hybrid untuk berbagai segmen konsumen.
Strategi produk yang beragam membuat BYD cepat dikenal di pasar lokal. Model entry level hingga kendaraan berukuran lebih besar menjadi opsi bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil bermesin konvensional.
Berdasarkan estimasi BloombergNEF, dilihat VIVA Otomotif Jumat 30 Januari 2026, penjualan BYD di Meksiko hampir dua kali lipat dalam setahun terakhir. Pangsa pasarnya bahkan diperkirakan mencapai sekitar 70 persen dari total penjualan EV dan PHEV di negara tersebut.
Capaian ini menunjukkan bahwa persepsi Meksiko sebagai pasar kecil atau belum siap teknologi tidak sepenuhnya akurat. Justru celah tersebut dimanfaatkan merek-merek baru yang berani menawarkan solusi berbeda.
Dibandingkan sejumlah pemain lama, pendekatan harga dan ketersediaan produk menjadi faktor penting. Konsumen Meksiko dikenal sensitif terhadap harga, sehingga mobil listrik dengan banderol kompetitif lebih mudah diterima.
Sebagai perbandingan, Tesla tercatat menjual jauh lebih sedikit unit di Meksiko sepanjang 2024. Kondisi ini menegaskan bahwa strategi pasar lokal memiliki peran besar dalam menentukan kinerja penjualan.
Tingginya minat terhadap mobil listrik juga terlihat dari lonjakan impor kendaraan elektrifikasi ke Meksiko. Dalam beberapa tahun, volumenya meningkat drastis, dengan mayoritas berasal dari pabrikan asal China.
Kesuksesan ini sekaligus mengubah cara pandang industri global terhadap Meksiko. Negara yang sebelumnya dipandang sebelah mata kini dianggap relevan dalam peta pertumbuhan kendaraan listrik.
Meski demikian, tantangan tetap ada, termasuk kebijakan tarif baru yang mulai berlaku pada awal 2026. Aturan tersebut berpotensi memengaruhi harga, namun diyakini tidak langsung memadamkan minat pasar.





