Antisipasi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir menjelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2026.

Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air Dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa saat ini Surabaya telah didukung oleh 83 rumah pompa yang tersebar di berbagai wilayah. Tapi, untuk meningkatkan kapasitas sirkulasi air, Pemkot akan menambah lima unit rumah pompa baru dalam waktu dekat.

“Total ada 83 rumah pompa saat ini. Kami akan menambah lima lagi, di antaranya untuk kawasan Semolo, Nginden, hingga Teluk Gumay. Saat ini prosesnya sedang disiapkan untuk segera masuk tahap lelang di bulan Januari dan Februari,” ujar Hidayat saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/1/2026).

Selain pembangunan fisik, DSDABM, kata Hidayat, juga menggerakkan tenaga satuan tugas (satgas) secara masif untuk melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan saluran.

Dia menyebut, pengerukan di wilayah Greges (Asemrowo) saja mencapai lebih dari 600 rit (satuan satu kali perjalanan) kendaraan pengangkut. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

“Kami malah pernah ngeruk yang di pintu a pintu asem itu Sumjaya itu. Tanggal 6-nya kami ngeruk itu ada kasur malah di situ. Makanya itu salah satunya yang menghambat (aliran air) kemarin,” tambah Hidayat.

Pembangunan salah satu rumah pompa di Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Surabaya

Sementara itu, upaya penanganan banjir di Surabaya diklaim mulai menunjukkan hasil positif. Adi Gunita Kabid Drainase DSDABM Surabaya pada kesempatan itu, memaparkan data bahwa dari 220 titik genangan yang tercatat pada tahun 2021, saat ini jumlahnya telah tereduksi signifikan menjadi 138 titik.

Untuk terus menekan angka tersebut, pada tahun anggaran 2026, DSDABM telah merencanakan intervensi pada 30 sistem drainase utama.

“Dari 30 sistem tersebut, sebanyak 12 sistem akan dilakukan preservasi dan peningkatan kapasitas saluran. Hal ini mutlak dilakukan karena intensitas hujan sekarang menuntut kapasitas saluran yang lebih besar,” jelas Adi.

Adapun beberapa titik yang menjadi perhatian khusus untuk peningkatan kapasitas dan koneksi antar-saluran (connecting) meliputi kawasan Surabaya Barat dan Utara, seperti Greges, Asem Rowo, hingga integrasi dengan Bozem Asam Jawa dan Bozem Margomulyo.

Sementara Samsul Hariadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya yang turut hadir dalam Semanggi Suroboyo menambahkan bahwa penanganan banjir tidak hanya soal membuang air ke laut, tetapi juga menabung air di dalam tanah.

Karenanya, Samsul yang juga mantan Kepala DSDABM itu mengatakan, pemkot terus mendorong pembuatan sumur resapan, terutama di lingkungan sekolah dan pemukiman, untuk menjaga cadangan air tanah dan mencegah intrusi air laut.

“Sumur resapan itu sangat bagus sebagai kantong air di tanah. Selain mencegah banjir, ini menjaga tanah agar tidak rapuh karena kehilangan cadangan air,” pungkas Samsul.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran, Pemkot Surabaya optimis dampak cuaca ekstrem di bulan Februari dapat diminimalisir. (bil/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pensiunan Guru di Palembang Dibegal dan Dibunuh Tetangga, Jasadnya Dibakar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Mobil SUV Ugal-ugalan hingga Seruduk Pemotor di Menteng
• 23 jam laludetik.com
thumb
Gaya Agresif Jadi Andalan Putra di Kejurnas Sprint Rally 2025
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kronologi Chiki Fawzi Dipulangkan Saat Sedang Melakukan Pelatihan Petugas Haji
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Bangun 54 Tower Rusun Subsidi di Meikarta, Lippo Rogoh Kocek Segini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.