jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyebut Indonesia seharusnya bisa aktif mendesak Board of Peace (BoP) untuk memberikan peran bagi otoritas Palestina di organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump itu.
Menurutnya, Palestina menjadi bangsa yang terdampak agresi Israel, sehingga wajar permintaan menempatkan otoritas negara beribu kota Yerusalem itu.
BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Menteri Multikultural Australia Menolak Dukung Kunjungan Presiden Israel
“Pihak yang harus diberikan panggung utama ialah Otoritas Palestina. Mereka adalah pihak yang menjadi korban langsung dari genosida dan penjajahan Israel," kata Kholid melalui keterangan pers, Jumat (30/1).
Legislator DPR RI itu menuturkan keterlibatan Palestina juga menjadi syarat bagi terciptanya perdamaian yang berkeadilan.
BACA JUGA: Israel Belum Siap, Iran Selamat dari Invasi Militer Amerika Serikat
Kholid memperingatkan bahwa tanpa keterlibatan pihak yang paling terdampak, BoP akan sulit menciptakan perdamaian dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Kami mendorong agar Pemerintah Indonesia dapat meperjuangkan Otoritas Palestina dilibatkan secara penuh, baik dalam tahap perumusan maupun keanggotaan Board of Peace,” ujarnya.
BACA JUGA: Dari Israel, Menlu Jepang Minta Warganya Menjauhi Republik Islam Iran
Selain itu, Kholid di sisi lain mengkritik keras kehadiran Presiden Israel Benyamin Netanyahu dalam BoP.
Sebab, Tel Aviv menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan besar di Gaza.
“Keterlibatan Netanyahu dan Israel di Board of Peace justru akan merusak dan menghancurkan kredibilitas forum itu sendiri," tambahnya.
Kholid mengatakan Israel seharusnya diposisikan sebagai pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas genosida di Palestina, bukan diberikan panggung dalam BoP.
"Israel tidak boleh diberikan panggung. Dunia seharusnya memberikan sanksi untuknya,” tutupnya. (ast/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




