Jakarta, VIVA – Ada kabar gembira bagi pekerja bergaji rendah yang ingin meningkatkan keterampilan. Pemerintah Singapura, membuka akses tunjangan pelatihan dalam jumlah besar melalui skema Workfare Skills Support Level Up, yang bisa diajukan mulai 9 Februari untuk pelatihan yang akan dimulai 1 Maret.
Melalui program ini, pekerja yang memenuhi syarat dapat memperoleh dukungan finansial signifikan untuk mengikuti pelatihan jangka panjang. Untuk pelatihan penuh waktu, tunjangan yang diberikan mencapai S$18.000 per tahun, setara sekitar Rp234 juta dengan asumsi kurs Rp13.000 per dolar Singapura.
Sementara itu, peserta pelatihan paruh waktu bisa menerima hingga S$3.600 per tahun, atau sekitar Rp46,8 juta. Program ini merupakan bagian dari kebijakan anggaran Singapura yang berfokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja berupah rendah.
- NPR
Pemerintah menilai, kelompok pekerja ini paling rentan terdampak perubahan teknologi, otomatisasi, dan transformasi industri, sehingga perlu dukungan ekstra agar tetap kompetitif di pasar kerja.
"Skema Level Up menyasar pekerja berusia 30 tahun ke atas dengan penghasilan hingga S$3.000 per bulan, setara sekitar Rp39 juta. Dukungan berlaku untuk pelatihan jangka panjang seperti Nitec, diploma, gelar sarjana, hingga program transisi karier yang dirancang untuk membantu pekerja berpindah sektor," tulis laporan Channel News Asia, sebagaimana dikutip pada Jumat, 30 Januari 2026.
Keunggulan lain dari program ini adalah fleksibilitas durasi dukungan. Pekerja yang memenuhi syarat dapat menerima bantuan hingga 24 bulan pelatihan sebelum usia 40 tahun, dan tambahan 24 bulan setelah usia 40 tahun.
Artinya, total dukungan bisa mencapai empat tahun pelatihan jangka panjang. Kriteria kelayakan program Level Up sama dengan skema Workfare Skills Support Basic. Tujuan utamanya yakni membantu pekerja bergaji rendah meningkatkan keterampilan, memperbaiki prospek pendapatan, serta memperoleh stabilitas karier yang lebih baik di masa depan.





