Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Sumatra Utara
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Surya Pematangsiantar, Bintang Saurma Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq ke sekolahnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurut Bintang, kehadiran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan pembelajaran di daerah, khususnya pendidikan kejuruan.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas kunjungan Bapak Wamendikdasmen. Ini merupakan kehormatan besar bagi sekolah kami sekaligus bukti bahwa pemerintah hadir langsung melihat kondisi pendidikan di lapangan,” ujar Bintang dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menilai kunjungan tersebut memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Bagi para guru dan tenaga kependidikan, kehadiran Wamendikdasmen menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, berinovasi, serta menyiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing.
Sementara itu, bagi para siswa, kunjungan tersebut dinilai mampu menumbuhkan motivasi belajar.
“Anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai. Ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berprestasi dan meraih cita-cita,”lanjutnya.
Bintang berharap program dan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu mendampingi sekolah dalam jangka panjang guna mencetak lulusan yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung proses kegiatan belajar mengajar di jenjang SMP, SMA, dan SMKS Surya Pematangsiantar. Ia juga berdialog dengan para siswa, mendengarkan pengalaman belajar, serta harapan mereka terhadap masa depan pendidikan.
Meski jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2025/2026 relatif terbatas—24 murid di SMP Surya dan 44 murid di SMKS Surya—Wamen Fajar melihat secara langsung penerapan pembelajaran berbasis praktik yang dijalankan sekolah. Kegiatan seperti praktik kerja lapangan (PKL), uji kompetensi keahlian (UKK), hingga kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus dioptimalkan untuk membekali siswa dengan keterampilan nyata.
Dalam dialog bersama siswa, sejumlah peserta didik mengungkapkan keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan bercita-cita menjadi guru. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala utama yang mereka rasakan.
Menanggapi hal tersebut, Wamen Fajar memberikan motivasi agar siswa tetap percaya diri dan tidak menyerah pada keadaan. Ia menegaskan bahwa negara hadir melalui berbagai program beasiswa bagi siswa yang memiliki kemauan dan prestasi.
“Jangan berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan. Selama kalian mau belajar dengan sungguh-sungguh, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan selalu terbuka,”ungkap Fajar.
Ia menegaskan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena lulusan SMK sangat dibutuhkan oleh dunia industri. Selain itu, ia mendorong penguatan peran alumni melalui jejaring kerja sama untuk membantu promosi sekolah serta membuka peluang bagi calon peserta didik baru.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan operasional masing-masing sebesar Rp25 juta untuk SMP Surya dan SMKS Surya Pematangsiantar. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang sarana dan kurikulum, tetapi juga kehadiran negara dalam mendengar aspirasi, menguatkan semangat, serta menumbuhkan harapan generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Editor: Redaktur TVRINews


