CELEBESMEDIA.ID, Aceh - Bosowa Peduli bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan tahap dua bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Penyaluran bantuan dilakukan di empat desa, yakni Desa Manyang Cut, Manyang Lancok, Meunasah Lhok, dan Desa Lhok Sandeng. Bantuan yang terdiri dari hygiene kit, peci, dan sarung untuk mendukung kebutuhan dasar warga, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak cukup parah, di mana banyak warga kehilangan pakaian, perabotan rumah tangga, serta kebutuhan harian akibat bencana.
“Terima kasih yang sangat tidak terhingga. Hari ini kami kedatangan rombongan dari PMI dan Bosowa Peduli yang telah peduli kepada kami yang terkena bencana. Terima kasih karena sebentar lagi kami menghadapi bulan suci Ramadan, dan bantuan seperti sarung, mukenah, peci, serta alat mandi sangat kami butuhkan. Banyak harta benda kami hanyut, termasuk pakaian dan perabotan rumah tangga. Alhamdulillah, masyarakat kami sangat bersyukur dan merasa terbantu,” ujar perwakilan masyarakat Desa Manyang Cut.
Proses persiapan bantuan melibatkan kerja keras dan dedikasi para relawan. Muhammad Azwar Arif, dari Tim Relawan PMI Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa sebelum penyaluran dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan pendataan kebutuhan warga dan menyusun daftar barang prioritas.
“Sebelum penyaluran, kami melakukan pendataan dan menyusun daftar kebutuhan barang yang akan disalurkan. Proses pengadaan cukup menantang karena banyak barang tidak bisa diperoleh di satu tempat, sehingga tim harus berbelanja dari satu toko ke toko lain, bahkan hingga ke luar kota. Setelah semua barang terkumpul, kami melakukan pengepakan bersama relawan hingga bantuan siap disalurkan. Semua ini bisa terlaksana berkat kerja sama dan kekompakan tim relawan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim menghadapi tantangan yang cukup besar, mengingat desa-desa sasaran merupakan wilayah dengan tingkat dampak bencana yang signifikan. Akses menuju lokasi belum sepenuhnya pulih, sehingga relawan harus mengambil jalur alternatif yang lebih panjang.
Kondisi jalan pascabencana juga masih berdebu dan dalam proses pembersihan, sementara di beberapa titik terjadi perlambatan arus lalu lintas akibat aktivitas alat berat untuk pemulihan infrastruktur.
Meski demikian, semangat dan rasa syukur masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para relawan untuk terus hadir dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Kolaborasi antara PMI dan Bosowa Peduli dinilai berperan penting dalam memperluas jangkauan bantuan dan mempercepat distribusi kepada masyarakat terdampak.
Head of Bosowa Peduli, Hafit Timor Mas’ud, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari komitmen Bosowa Peduli untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat.
“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci dalam mempercepat respons kemanusiaan. Melalui kerja sama dengan PMI, bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak secara cepat dan terkoordinasi. Bosowa Peduli berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan dan penguatan masyarakat pascabencana,” ujar Hafit Timor Mas’ud.
Ia juga berharap sinergi kemanusiaan seperti ini dapat terus berlanjut ke depan, sehingga ketika bencana terjadi, bantuan dapat hadir lebih cepat, lebih luas, dan lebih berdampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui implementasi bantuan Tahap 2 ini, Bosowa Peduli dan PMI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Pidie Jaya dalam proses pemulihan, sekaligus memastikan warga dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih tenang, layak, dan bermartabat.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F01%2F25%2F0e532d71-6ab2-4369-bad0-781f828d5e86.jpg)