Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Mencetak gol di Piala Dunia FIFA menjadi puncak karier bagi banyak pesepakbola. Namun, mencatatkan gol bunuh diri di ajang yang sama justru bisa menjadi mimpi buruk.
Dalam sejarah Piala Dunia, hanya dua pemain yang pernah mengalami kedua momen ekstrem tersebut dalam satu pertandingan, yakni Ernie Brandts dan Mario Mandzukic.
Brandts Bangkit dari Mimpi Buruk
Taruhannya nyaris tidak bisa lebih tinggi. Belanda dan Italia memasuki laga babak kedua Piala Dunia 1978 di Argentina dengan satu tujuan, yakni tiket ke final. Estadio Monumental di Buenos Aires, yang dipadati hampir 70.000 penonton, menjadi saksi duel sarat tensi tersebut.
Bek Timnas Belanda Ernie Brandts langsung terlibat dalam momen krusial sejak awal. Kontribusi besarnya justru berujung petaka. Saat penyerang Italia Roberto Bettega merangsek ke gawang, Brandts melakukan tekel sliding.
Namun, kaki terentangnya malah membelokkan bola masuk ke gawang sendiri. Dalam insiden itu, ia juga bertabrakan dengan kiper Belanda Piet Schrijvers, yang mengalami cedera dan harus ditarik keluar.
Awal laga yang benar-benar buruk bagi Brandts. Namun, pemain PSV Eindhoven itu menunjukkan mental baja. Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, ia menebus kesalahan dengan cara terbaik, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang berbuah gol penyeimbang.
Dengan gol tersebut, Brandts mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dan gol bunuh diri dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Momentum pun berbalik ke pihak Belanda. Gol keras Arie Haan memastikan kemenangan 2-1 untuk tim berjuluk De Oranje tersebut.
Meski Belanda akhirnya kalah dari Argentina di final, Brandts tetap meninggalkan Piala Dunia 1978 dengan status istimewa, sebagai bagian dari sejarah turnamen dan simbol ketangguhan mental.
Final Gila Mandzukic
Mario Mandzukic menjadi sosok kunci dalam perjalanan Kroasia menuju final Piala Dunia 2018. Salah satu momen paling ikonik datang di semifinal melawan Inggris, saat golnya di babak tambahan waktu membawa Kroasia ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, rintangan terakhir mereka adalah Prancis yang sangat tangguh. Tugas Kroasia makin berat ketika mereka tertinggal lebih dulu lewat situasi yang amat disayangkan.
Umpan tendangan bebas Antoine Griezmann mengarah ke kotak penalti, dan Mandzukic yang berniat menghalau bola justru menyundulnya masuk ke gawang sendiri.
Itu menjadi gol bunuh diri pertama dalam sejarah final Piala Dunia. Meski demikian, Kroasia tidak larut dalam kekecewaan. Sepuluh menit berselang, Mandzukic kembali berperan penting saat memenangi duel udara dalam proses terjadinya gol Ivan Perisic.
Momentum kembali berpihak kepada Prancis lewat penalti Griezmann, disusul gol Paul Pogba dan Kylian Mbappe yang membuat Les Bleus unggul jauh.
Namun, Mandzukic belum selesai. Ia memanfaatkan kesalahan kiper Prancis Hugo Lloris untuk mencetak gol dan membuka harapan bagi Kroasia.
Kebangkitan dramatis itu tak pernah terwujud. Prancis menutup laga dengan kemenangan 4-2 dan meraih gelar Piala Dunia kedua mereka.
Meski begitu, Mandzukic tetap menorehkan catatan langka. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol untuk kedua tim finalis dalam satu partai final Piala Dunia.
Editor: Redaktur TVRINews


