Barang Bukti di Kasus Kematian Lula Lahfah: Ada Whip Pink-Obat Antidepresan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri membeberkan hasil pemeriksaan sejumlah barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus kematian influencer Lula Lahfah.

Pemeriksaan dilakukan setelah penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengajukan permohonan pemeriksaan DNA dan toksikologi kepada Puslabfor Polri.

Daftar barang bukti ini disampaikan oleh Azhar Darlan, Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

Berikut barang bukti yang diterima pihak Puslabrof Polri dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan:

Azhar menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa tahapan pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut, mulai dari memastikan keberadaan material biologi hingga pencocokan profil DNA.

“Setelah kami melaksanakan pemeriksaan, kami dapatkan kesimpulan bahwa benar pada sprei terdapat bercak darah. Pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah. Dan pada satu buah tabung whip pink itu muncul profil DNA,” kata Azhar saat konferensi pers.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh profil DNA tersebut berasal dari korban.

“Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada sprei, bercak darah yang ada pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudara LL. Dan saudara LL ini adalah anak biologis daripada saudara Muhammad Feros,” ujarnya.

Sementara itu, dari unit toksikologi, KP Irfan Rofik, S.Si, Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, menyampaikan pihaknya menerima permohonan pemeriksaan toksikologi pada 24 Januari 2026, dengan total 16 item barang bukti.

Dalam surat ini disampaikan ada 16 item barang bukti, antara lain:

Irfan menyebut, pemeriksaan dilakukan menggunakan metode GC-MS, LC-MS, dan Ion Kromatografi. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.

“Dari semua item, 16 item ini, untuk pestisida, alkohol, arsen, dan sianida tidak ditemukan,” kata dia.

Namun, untuk sejumlah barang ditemukan kandungan lain. Pada 8 pods dan botol liquid terdeteksi nikotin dan gliserin.

“Untuk 8 pods berbagai merek dan jenis itu ditemukan adanya gliserin dan nikotin. Kemudian untuk botol liquid berbagai merek, ditemukan sama, nikotin dan gliserin,” kata Irfan.

Ditemukan Obat Antidepresan

Sedangkan dari 44 tablet yang ditemukan di kotak obat berwarna pink, Puslabfor mengidentifikasi sejumlah bahan aktif. Beberapa di antaranya merupakan obat untuk pengobatan radang usus dan antidepresan.

“Dari tablet tersebut dan kami analisa ada kandungan bahan aktif. Di antara bahan aktif yang kami temukan ada namanya Citalopram, Diethylpropion, Sulpiride, Mepivacaine, dan Encainide serta Paromomycin. Kemudian ada Clozapine,” ujar Irfan.

Berikut jenis obat-obatan yang ditemukan, berdasarkan daftar yang dirilis pihak kepolisian saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan:

Sementara tabung gas pink ukuran 2.050 gram yang ditemukan di TKP saat diperiksa, dalam kondisi kosong. Namun Puslabfor melakukan pemeriksaan pembanding dari tabung dengan merek dan produksi yang sama.

“Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan dalam keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut untuk sebagai pembanding, ada mengandung Nitrous Oxide (N2O),” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Keyakinan Kaesang PSI Akan Jadi Partai Sangat Besar dan Misteri "Mr J"
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Anak 15 Tahun di Cianjur Sodomi 10 Anak SD-SMP, Modusnya Korban Diberi Burung Merpati
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Gus Yahya Tegaskan PBNU Sudah Guyub, Siap Ramaikan Harlah ke-100 di Istora Senayan Besok
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Kapolres Sleman Dinonaktifkan Buntut Kasus Hogi Minaya
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Tekanan China Memaksa Jepang dan Amerika Serikat Perkuat Posisi Militer
• 7 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.