Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen negatif dalam lanskap pasar modal Indonesia akibat pengumuman indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan hanya membuat IHSG rontok. Secara bersamaan, kekayaan para konglomerat pun ikut anjlok.
Sebagai pengingat, baru-baru ini MSCI melakukan rebalancing portofolio khusus emiten asal Tanah Air, menangguhkan sejumlah perubahan dalam konstituennya, serta membekukan peningkatan jumlah saham asal RI yang tersedia buat para investornya.
Harga emiten-emiten konglomerat pun kompak memerah akibat sentimen tersebut. Tak heran, jumlah kekayaan tokoh terkait, seperti Prajogo Pangestu dan Low Tuck Kwong ikut terdampak.
Berikut daftar terbaru 10 Orang Terkaya di Indonesia 2026 selepas gejolak tersebut, berikut perbandingannya dari data Forbes 50 Richest 2025
1. Prajogo Pangestu — US$39,8 miliar menjadi US$30,6 miliar
Pendiri Barito Pacific Group ini masih bertengger di peringkat pertama, seiring kemajuan dominasi sektor petrokimia dan energi.
Baca Juga
- Mark Zuckerberg Salip Jeff Bezos, Tempati Posisi Orang Terkaya Ke-4
- Jeff Bezos Kembali Rebut Posisi Orang Terkaya Ketiga di Dunia
- Kekayaan Capai Miliaran Dolar, Berikut Daftar 10 Aktor Terkaya di Dunia Tahun 2026
Namun, kekayaannya turun hingga US$9 miliar, sebab sentimen MSCI ikut menggoyang harga saham terkait dirinya, seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Petrosea Tbk. (PTRO), juga PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
2. Low Tuck Kwong — US$24,9 miliar menjadi US$22,4 miliar
Tokoh di balik Bayan Resources ini konsisten berada di jajaran teratas dengan kekayaan dari sektor tambang batu bara dan energi, tapi PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sempat ikut terkoreksi akibat gejolak MSCI baru-baru ini.
3. Budi & Michael Hartono — US$43,8 miliar menjadi US$39,4 miliar
Hartono bersaudara yang menguasai portofolio di sektor perbankan (BCA) dan rokok (Djarum) ikut mengalami koreksi nilai, walaupun keduanya tetap menjadi figur dominan konglomerasi asal RI.
4. Tahir & Family — US$9,8 miliar menjadi US$10,6 miliar
Keluarga Tahir yang dikenal sebagai sosok di balik Mayapada Group menjadi salah satu contoh taipan yang kekayaannya justru menghijau di tengah gejolak terbaru.
Membuktikan bahwa diversifikasi bisnis dalam portofolionya, mulai dari perbankan, kesehatan, hingga real estat, merupakan kekuatan utama di balik stabilitas.
5. Otto Toto Sugiri — US$11,3 miliar menjadi US$8,7 miliar
Tren perkembangan sektor teknologi dan infrastruktur digital membawa pendiri emiten pusat data DCI Indonesia (DCII) sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Kendati kekayaannya kini turun ketimbang akhir 2025, beberapa saham terkait dirinya masih dalam tren bertenaga.
6. Sri Prakash Lohia — US$8,0 miliar menjadi US$8,4 miliar
Konglomerat yang identik dengan sektor tekstil dan petrokimia masih memiliki kekayaan yang stabil, menilik tak banyak portofolionya yang terdampak oleh gejolak.
7. Marina Budiman — US$8,2 miliar menjadi US$6,2 miliar
Sebagai salah satu co-founder DCI Indonesia, Marina masih menjadi figur wanita dalam jajaran teratas orang terkaya di Indonesia kendati tren harga emiten sektor pusat data sedang mengalami perlambatan.
8. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — US$4,9 miliar menjadi US$6 miliar
Pendiri emiten tambang mineral Harita Group (HRTA) melejit masuk ke peringkat 10 teratas, menyalip beberapa nama keluarga konglomerat besar, seiring perkembangan penghiliran nikel dan aluminium, serta kelapa sawit Bumitama Agri.
9. Agoes Projosasmito — US$5 miliar menjadi US$5,9 miliar
Bankir investasi kawakan ini menduduki peringkat teratas, seiring kepelilikan saham jumbo atas nama pribadi di perusahaan yang dipimpinnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).
Kekayaannya pun ikut naik, sebab bekal prospek kinclong dari emititen holding tambang tembaga dan emas itu di tengah kondisi terkini.



