Brussels: Italia menegaskan dukungannya untuk mempertahankan jalur dialog dengan Iran meskipun Uni Eropa telah memutuskan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai “organisasi teroris”.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Kamis, 29 Januari 2026 menyusul pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels.
Berbicara kepada media Italia, Tajani mengingatkan bahwa terdapat konsensus politik di dalam Uni Eropa untuk memasukkan IRGC ke dalam daftar “organisasi teroris”. Namun, ia menekankan bahwa keputusan tersebut tidak semestinya diartikan sebagai penghentian komunikasi dengan Teheran.
Baca Juga :
Opsi Balasan Iran Jika Perang dengan AS PecahSebelumnya pada hari yang sama, para menteri luar negeri Uni Eropa menyepakati penetapan IRGC sebagai “organisasi teroris”. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa “represi tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban”.
Tajani membandingkan “ribuan dan ribuan kematian” di Iran dengan situasi di Gaza, seraya menegaskan bahwa Italia memiliki kewajiban moral untuk mengecam pembunuhan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa Italia telah menarik sebagian staf dari kedutaannya di Teheran, meski 20 personel masih bertugas dan operasional kedutaan tetap berjalan.
Menanggapi pertanyaan mengenai kekhawatiran terkait peran keamanan personel Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) pada Olimpiade Musim Dingin di Italia, Tajani menyatakan jumlah personel tersebut akan terbatas, dikoordinasikan dengan otoritas Italia, serta tidak menimbulkan ancaman terhadap ketertiban umum maupun demokrasi.



