Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meminta operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, dihentikan sementara. Penghentian operasional RDF Rorotan itu dilakukan menyusul protes warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan dan pengangkutan sampah.
Dirangkum detikcom, Jumat (30/1/2026), RDF Rorotan telah berkali-kali diprotes warga karena aroma busuk yang berasal dari proses pengolahan dan pengangkutan sampah. Berdasarkan catatan detikcom, RDF Rorotan setidaknya mengalami 3 kali penghentian operasional sementara akibat diprotes warga karena bau.
Uji Coba RDF Rorotan DihentikanAwalnya pada Sabtu (22/3/2025) lalu, Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan uji coba RDF di Rorotan ditutup sementara usai memicu anak-anak dan warga sekitar mengalami masalah kesehatan. Total ada 11 anak yang dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sementara 3 anak lainnya mengalami infeksi mata.
"Benar (ditutup sementara) sesuai dengan arahan Pak Gubernur saat berkunjung ke RDF Rorotan," kata Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/3/2025).
Asep Kuswanto mengungkap RDF Rorotan yang menimbulkan bau tak sedap disebabkan beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain deodorizer yang belum berfungsi dengan baik. Kemudian pengolahan limbah cair yang masih kurang maksimal serta cerobong yang perlu diperbaiki.
Pramono pun berjanji bertanggungjawab atas kesehatan warga yang terdampak bau busuk RDF Rorotan tersebut. Ia memerintahkan Dinkes DKI Jakarta untuk menangani dan mengkoordinasikan masalah tersebut.
(yld/fas)




