Yahya Cholil Staquf Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai keputusan Prabowo Subianto Presiden bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian sebagai langkah yang tepat dan strategis, khususnya dalam memperkuat komitmen Indonesia membantu perjuangan rakyat Palestina.
Menurut Yahya, keikutsertaan Prabowo Presiden dalam forum internasional bentukan Donald Trump Presiden Amerika Serikat tersebut membuka ruang diplomasi penting bagi Indonesia untuk terus menyuarakan kepentingan Palestina di tingkat global.
“Keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini adalah langkah yang tepat, karena didasari oleh komitmen yang konsisten dan berkelanjutan untuk membantu Palestina,” ujar Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Board of Peace resmi diluncurkan di sela-sela pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto Presiden turut menandatangani piagam pendirian organisasi tersebut bersama sejumlah pemimpin dunia.
Yahya menjelaskan, BoP dapat menjadi salah satu wadah strategis bagi para pemimpin global untuk membahas dan mendorong terciptanya perdamaian di Palestina.
Namun, ia menekankan bahwa forum tersebut harus diisi oleh pihak-pihak yang benar-benar memiliki komitmen moral dan politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina.
“Kalau tidak ada pihak yang sungguh-sungguh berkomitmen membantu Palestina di dalam forum itu, siapa yang akan bersuara membela Palestina?” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan dan perdamaian Palestina bukanlah sikap baru, melainkan amanat sejarah yang telah melekat sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Meski demikian, Yahya mengakui bahwa di dalam BoP terdapat beragam kepentingan, termasuk pihak-pihak yang berpihak kepada Israel maupun Palestina.
Karena itu, PBNU mendorong Prabowo Presiden untuk memainkan peran aktif dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan Palestina di atas kepentingan lainnya.
“PBNU sangat mendukung Prabowo Presiden untuk memainkan peran tersebut secara sungguh-sungguh, agar Indonesia tidak pernah absen dalam setiap ikhtiar internasional yang bertujuan membantu Palestina,” tegas Yahya.
PBNU berharap, melalui kehadiran Indonesia di Board of Peace, suara dan kepentingan Palestina dapat terus diperjuangkan secara berkelanjutan di forum-forum global.(faz/iss)


