MAKASSAR, KOMPAS.com - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disambut oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk mobil-mobil mewah, ketika tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026) malam.
Jokowi tampak bercanda dengan Ketua Harian PSI Ahmad Ali terlebih dahulu sebelum naik mobil.
"Di-WA terus," ujar Jokowi sambil menunjuk Ali yang tertawa.
Baca juga: Massa PSI Sambut Jokowi di Makassar sambil Tirukan Suara Gajah: Hu Hu Hu!
Lalu, mereka pun ramai-ramai mengawal Jokowi yang langsung berangkat ke lokasi arena Rakernas PSI di Hotel Claro.
Pantauan Kompas.com di lokasi, mobil yang ditumpangi Jokowi diiringi oleh mobil-mobil mewah milik PSI yang mengantarnya dari bandara.
Berbagai macam mobil tersebut di antaranya adalah Lexus, Vellfire, hingga Alphard.
Di bagian body mobil tersebut, terdapat tulisan besar "Partai Super Terbuka!" dan logo gajah yang kini menjadi simbol khas PSI.
Baca juga: Jokowi Tiba di Makassar, Disambut Ahmad Ali, Rusdi Masse PSI, hingga Wagub Sulsel
Berdasarkan pernyataan Ketua Panitia Rakernas PSI, Muammar Gandi Rusdi, pihaknya menyiapkan 900 mobil branding PSI.
"Panitia sudah menyiapkan 1.500 kamar untuk seluruh peserta yang hadir, dan juga sudah kita siapkan 900 mobil branding," kata Gandi disambut tepuk tangan.
Sementara itu, ramai pula kader yang berhenti di pinggir jalan untuk meneriakkan nama Jokowi.
Pidato di Rakernas PSI besokSebelumnya diberitakan, Jokowi akan memberi arahan kepada seluruh kader PSI pada Sabtu (31/1/2026) besok siang.
Ahmad Ali menyebut Jokowi akan menyampaikan arahan setelah dirinya berpidato dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Besok ya. Jadi besok itu... Setelah saya memberikan resolusi, terus Pak Jokowi akan memberikan sambutan, pengarahan untuk semua kader," ujar Ali kepada Kompas.com di Makassar, Jumat (30/1/2026).
Lalu, terkait kisi-kisi dari pidato Jokowi kepada kader PSI, Ali mengaku belum mengetahuinya.
Ali menegaskan pihaknya membebaskan Jokowi dalam memberi arahan.
"Saya kemarin-kemarin ketika kita diskusi, ditanya juga terhadap saya, kita lepaskan saja beliau untuk bicara, beliau pasti sangat paham konteksnya," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



