JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh butuh 2.659 unit hunian sementara atau huntara.
Dilansir ANTARA, Jumat (30/1/2026), Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, melaporkan bahwa secara keseluruhan kebutuhan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 2.659 unit.
"Sesuai permohonan dan pendataan masyarakat terdampak huntara tersebut direncanakan dibangun di 20 titik yang tersebar di tujuh kecamatan," kata Budi Irawan.
Baca juga: 26 Sumur Bor Rampung Dibangun untuk Korban Banjir Sumatera Barat
Dia menegaskan bahwa penyediaan huntara menjadi prioritas untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal sementara yang layak setelah rumah mereka rusak akibat banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Target pembangunan huntara: Selesai sebelum Ramadhan
BNPB menargetkan seluruh pembangunan huntara dapat diselesaikan sebelum Ramadhan 2026 agar segera dimanfaatkan masyarakat sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap).
Dari jumlah tersebut, menurut dia, ada sebanyak 133 unit huntara sedang dibangun di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang.
Adapun sebanyak 25 unit di antaranya sudah selesai dibangun dan dinyatakan siap untuk ditempati.
"BNPB bersama lintas kementerian dan lembaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Gayo Lues hingga seluruh tahapan pemulihan pascabencana dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan," kata dia.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini