Satgas MBG Temukan Ketidaksesuaian Menu di Sekolah Jember, Salah Koordinasi Jadi Penyebab Utama

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu makanan di beberapa sekolah, khususnya jenjang taman kanak-kanak.

Temuan ini didapat dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Satgas MBG pada Jumat, 30 Januari 2026, di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Inspeksi dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, didampingi Asisten II Ratno C. Sembodo serta unsur Muspika Kecamatan Sumbersari.

Salah satu lokasi yang disidak adalah SPPG di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, menyusul viralnya unggahan media sosial terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi.

"Menyusul ramai perbincangan warganet mengenai menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi, kami turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG", ungkap Akhmad Helmi.

Tim Satgas memeriksa seluruh tahapan operasional dapur, mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan makanan, hingga sanitasi ompreng.

"Informasi yang beredar menyebutkan adanya menu yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, bahkan hanya berisi satu tusuk sate dan lontong. Itu menjadi koreksi dari masyarakat", ujarnya.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Pembina Satgas MBG, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keresahan publik.

"Dari hasil pemeriksaan, Satgas MBG menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu di beberapa sekolah, khususnya pada jenjang taman kanak-kanak", ujarnya.

Ketidaksesuaian terjadi karena lemahnya koordinasi antara kepala dapur, ahli gizi, dan relawan distribusi makanan, yang menyebabkan menu yang diterima siswa tidak sesuai dengan perencanaan awal.

"Menu yang seharusnya terdiri atas tiga tusuk sate, dalam praktiknya hanya satu tusuk sate yang sampai ke anak-anak. Itu murni kesalahan koordinasi internal. Atas kejadian itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan langsung memberikan pembinaan kepada SPPG agar ke depan standar operasional prosedur benar-benar dijalankan", jelasnya.

Komponen Gizi dan Kendala Anggaran Jadi Sorotan

Kepala Dapur SPPG Sriwijaya, Putri Maulidiyha, mengungkapkan bahwa susu segar digunakan sebagai pengganti buah dalam menu, namun pihak sekolah tidak menerima susu tersebut dan memilih mengembalikannya.

Hal ini menyebabkan siswa tidak mendapatkan tambahan nutrisi dari komponen yang seharusnya melengkapi asupan gizi mereka.

"Penyusunan menu MBG masih mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku saat ini. Anggaran ompreng kecil sebesar Rp8.000 dan ompreng besar Rp10.000. Informasi terkait anggaran Rp15.000 belum diterapkan karena dalam petunjuk teknis (Juknis) yang kami jalankan masih Rp10.000", terang Putri.

Pengelola SPPG Sriwijaya berkomitmen untuk memperketat pengawasan internal dan quality control sesuai arahan Satgas MBG.

Langkah ini diambil agar pelayanan MBG kepada 12 sekolah yang mencakup total 2.746 siswa dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memenuhi standar gizi anak-anak.

Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan evaluasi dan pengawasan akan terus diperkuat baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk menjamin mutu program MBG ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Simak Rute KRL Stasiun Jatake dan Jadwal Keberangkatannya yang Resmi Beroperasi, Anker Green Line Wajib Tahu!
• 14 jam laludisway.id
thumb
10 Saham Top Gainer Jumat 30 Januari 2026, Emiten Tekstil Naik Panggung
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Teori yang Indah, Kenyataan yang Rumit
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Masih Ada Desa Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana hingga 5 Februari 2026
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Yaqut Ogah Komentari Soa Penetapan Tersangka Korupsi Kuota Haji: Saya Diperiksa Sebagai Saksi
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.