JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk memastikan pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan optimal.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, penanganan pascabencana harus mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan layanan publik, khususnya sektor kesehatan.
BACA JUGA:Menhaj Tegaskan Petugas Jadi Penentu Sukses Ibadah Haji 2026
BACA JUGA:The Egypt Majesty Dinner Resmi Diluncurkan, HARRIS Puri Mansion Tawarkan Pengalaman Ramadan Berbeda
Presiden menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan masyarakat terlalu lama berada dalam kondisi darurat, sehingga pemulihan fasilitas kesehatan harus dilakukan secara terkoordinasi, transparan, dan berpihak pada keselamatan serta martabat warga.
RSUD Muda Sedia menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak paling parah akibat banjir besar pada akhir 2025.
Hampir seluruh area rumah sakit sempat terendam, menyebabkan sekitar 95 persen alat kesehatan serta sarana dan prasarana mengalami kerusakan berat atau hilang.
Selain itu, enam unit ambulans milik rumah sakit juga sempat tidak dapat dioperasikan.
BACA JUGA:Don't Miss It, BRI Buka Rekrutmen BFLP Specialist 2026 Siapkan Talenta Muda Profesional Masa Depan
BACA JUGA:Mensesneg Angkat Bicara soal Mundurnya Dirut BEI, Prasetyo: Tak Ada Perintah Presiden
Meski menghadapi keterbatasan, melalui sinergi lintas sektor RSUD Muda Sedia mulai kembali beroperasi secara bertahap sejak 11 Desember 2025.
Pada fase awal, pelayanan difokuskan pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap yang terpusat di satu lokasi.
Hingga akhir Januari 2026, sejumlah layanan utama telah kembali berjalan, meliputi IGD dengan 28 tempat tidur, rawat jalan, farmasi, ruang operasi, serta tiga ruang rawat inap dengan total 68 tempat tidur.
Dalam kurun waktu 11 Desember 2025 hingga 28 Januari 2026, rumah sakit ini telah melayani ribuan masyarakat terdampak, dengan rincian 2.227 pasien IGD, 5.873 pasien rawat jalan, 1.893 pasien rawat inap, serta 147 tindakan operasi.
BACA JUGA:Gus Yaqut Ogah Komentari Soal Penetapan Tersangka Korupsi Haji: Saya Diperiksa Sebagai Saksi
- 1
- 2
- »



