FAJAR, SURABAYA — Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 kian memanas jelang penutupan pada 6 Februari 2026. Di tengah ketidakpastian tersebut, satu nama mulai mencuri perhatian publik Surabaya: Ragnar Oratmangoen.
Isyarat terbuka dari pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares untuk menambah pemain menjadi pemicu utama menguatnya spekulasi tersebut.
Isyarat yang Membuka Banyak Tafsir
Bernardo Tavares belum menutup pintu transfer. Ia memilih bersikap realistis dan berhati-hati, namun tetap membuka ruang kejutan.
“Terkait kemungkinan tambahan pemain, jendela transfer masih berlangsung hingga berakhir tanggal 6 Februari 2026. Selama belum ditutup, semua kemungkinan masih bisa terjadi,” ujar Bernardo, dikutip dari fanbase @emosijiwakucom.
“Bisa saja tidak ada pemain yang datang, atau justru ada tambahan. Kita lihat saja perkembangannya.”
Pernyataan itu langsung ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Persebaya masih berburu—terutama untuk sektor pemain lokal dan keturunan, yang dinilai lebih realistis dibanding mendatangkan pemain asing baru.
Ragnar Oratmangoen Mulai Masuk Radar
Di tengah dinamika tersebut, nama Ragnar Oratmangoen mulai menguat. Pemain Timnas Indonesia itu saat ini membela FCV Dender di Belgia. Namun musim ini, Ragnar belum mendapatkan peran signifikan.
Sepanjang kompetisi, pemain berusia 27 tahun itu baru mencatatkan 10 penampilan dengan total 220 menit bermain dan satu gol. Minimnya menit bermain, ditambah sisa kontrak sekitar enam bulan, membuka peluang Ragnar mencari klub baru—termasuk ke Indonesia.
Sebelumnya, Ragnar sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta. Namun belakangan, arah rumor justru mengerucut ke Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Faktor Pelatih Jadi Penentu
Dua klub ini memiliki daya tarik berbeda.
Di Persib Bandung, ada Bojan Hodak, pelatih yang dikenal piawai memaksimalkan pemain bertipe eksplosif dan fleksibel. Ragnar, yang bisa bermain sebagai winger maupun second striker, dinilai cocok dengan skema Hodak.
Namun Persebaya Surabaya menawarkan faktor lain yang tak kalah kuat: Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu punya reputasi membangkitkan pemain yang stagnan. Publik sepak bola Indonesia masih ingat bagaimana Bernardo membentuk Ramadhan Sananta di PSM Makassar—dari striker biasa menjadi penyerang timnas.
Di Persebaya, Bernardo sedang membangun ulang identitas tim dengan intensitas tinggi dan transisi cepat. Karakter Ragnar dinilai pas dengan pendekatan tersebut.
Proyek Lebih Stabil Dibanding Persija
Dibanding Persija Jakarta, baik Persib maupun Persebaya dinilai memiliki proyek teknis yang lebih stabil.
Persib adalah juara bertahan dengan struktur permainan matang, sementara Persebaya berada dalam fase rekonstruksi jangka panjang di bawah Bernardo Tavares—bukan proyek instan.
Faktor inilah yang membuat peluang Ragnar ke Surabaya dinilai realistis, terlebih jika Persebaya mampu membuka ruang menit bermain reguler yang saat ini tak ia dapatkan di Belgia.
Bursa Pemain Keturunan Kian Panas
Tren pemain keturunan ke Super League juga terus berlanjut. Setelah Shayne Pattynama resmi ke Persija dan Dion Markx merapat ke Persib, nama Ragnar menjadi salah satu yang paling dinanti.
Selain Ragnar, beberapa nama lain seperti Sandy Walsh, Ivar Jenner, hingga Joey Pelupessy juga terus dikaitkan dengan klub-klub besar Liga Indonesia.
Namun untuk saat ini, satu hal menjadi jelas:
Isyarat Bernardo Tavares telah membuka pintu spekulasi—dan Ragnar Oratmangoen kini berdiri tepat di ambangnya.
Jika Persebaya benar-benar bergerak sebelum 6 Februari,
Surabaya bisa menjadi rumah baru Ragnar.




