Jakarta (ANTARA) - Wihara Amurva Bhumi (Hok Tek Tjeng Sin) yang berada di Jalan Prof Dr Satrio No. 2, Karet, Jakarta Selatan, mulai melakukan berbagai persiapan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, termasuk tradisi "mandi rupang" atau penyucian patung dewa dewi.
Salah satu pengurus Wihara, Arifin di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa sejauh ini persiapan masih sekitar 25 persen. Adapun ritual "mandi rupang" nantinya baru akan digelar saat persiapan sudah hampir rampung.
"Sampai sekarang persiapan baru 25 persen. Masalah belanja-belanja sudah disediakan semua. Nanti kalau sudah 'mandi rupang' itu baru 90 persen," ujarnya.
Arifin mengatakan persiapan dilakukan mulai dari kegiatan bersih-bersih bangunan hingga penyediaan perlengkapan sembahyang agar puncak perayaan berjalan lancar.
Ia menyebut kegiatan bersih-bersih bangunan dijadwalkan akan dilakukan pada awal Februari nanti. Namun, proses bersih-bersih baru akan dilakukan untuk tembok dan tiang-tiang wihara.
"Bersih-bersihnya mulai tanggal 2 Februari, tapi khusus tembok-tembok sama tiang-tiang dulu," katanya.
Baca juga: Perayaan Imlek di Jakarta bakal libatkan masyarakat
Sementara itu, pembersihan patung-patung dewa atau yang dikenal dengan tradisi mandi rupang direncanakan dilakukan mendekati hari raya.
"Kalau mandi rupang nanti kita lakukan pada 11 Februari. Mandi rupang itu memang tradisi, biasanya seminggu sebelum Imlek," kata Arifin.
Dalam tradisi Tionghoa, mandi rupang merupakan ritual penyucian patung dewa-dewi sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun baru. Biasanya patung juga diganti pakaiannya dan altar ditata ulang agar tampak lebih rapi dan sakral.
Selain bersih-bersih, pengurus juga menyiapkan berbagai perlengkapan ibadah, termasuk lilin berukuran besar.
"Kita sudah sediakan lilin juga buat Imlek, dengan ukuran 50 kati," kata Arifin.
Situasi pintu utama Wihara Amurva Bumi (Hok Tek Tjeng Sin) di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2025), dua pekan sebelum Imlek. ANTARA/Juliyanti
Sementara lampion dan dekorasi khas Imlek juga akan diganti menjelang hari perayaan. "Nanti 10 Februari, ganti baru semua, lampion juga beda," ujarnya.
Baca juga: Hotel Borobudur usung harmoni budaya Singkawang sambut Imlek-Ramadhan
Arifin menjelaskan, rangkaian acara pada malam Imlek akan diawali dengan sembahyang bersama selama sekitar satu setengah jam. Setelah itu, umat dan pengunjung akan disuguhkan dengan pertunjukan barongsai.
Atraksi barongsai menjadi salah satu daya tarik utama yang selalu ditunggu umat. Wihara juga akan dibuka selama 24 jam pada malam Imlek dan tetap menerima kunjungan umat hingga dua minggu setelahnya, sampai penutupan Cap Go Meh.
"Kalau malam Imlek 24 jam kita bukanya, dalam dua minggu sampai Cap Go Meh akhir Imlek tuh penutupan," kata Arifin.
Pihak pengurus menyatakan seluruh rangkaian ibadah tetap terbuka bagi umat dan akan dilaksanakan sesuai tradisi serta tata cara wihara.
Pengurus memprediksi sekitar 500-700 orang akan datang mengunjungi wihara pada malam puncak Imlek. Angka tersebut bisa berubah tergantung kondisi cuaca pada hari itu.
"Kalau malam Imleknya bisa ratusan orang, bisa 500 orang, 700 orang juga ada. Kalau hujan paling sekitar 300-400 orang, kalau enggak hujan bisa ramai sampai 700 an orang," ujarnya.
Baca juga: Sambut Imlek, Ancol hadirkan tiket Rp150 ribu untuk seluruh rekreasi
Salah satu pengurus Wihara, Arifin di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa sejauh ini persiapan masih sekitar 25 persen. Adapun ritual "mandi rupang" nantinya baru akan digelar saat persiapan sudah hampir rampung.
"Sampai sekarang persiapan baru 25 persen. Masalah belanja-belanja sudah disediakan semua. Nanti kalau sudah 'mandi rupang' itu baru 90 persen," ujarnya.
Arifin mengatakan persiapan dilakukan mulai dari kegiatan bersih-bersih bangunan hingga penyediaan perlengkapan sembahyang agar puncak perayaan berjalan lancar.
Ia menyebut kegiatan bersih-bersih bangunan dijadwalkan akan dilakukan pada awal Februari nanti. Namun, proses bersih-bersih baru akan dilakukan untuk tembok dan tiang-tiang wihara.
"Bersih-bersihnya mulai tanggal 2 Februari, tapi khusus tembok-tembok sama tiang-tiang dulu," katanya.
Baca juga: Perayaan Imlek di Jakarta bakal libatkan masyarakat
Sementara itu, pembersihan patung-patung dewa atau yang dikenal dengan tradisi mandi rupang direncanakan dilakukan mendekati hari raya.
"Kalau mandi rupang nanti kita lakukan pada 11 Februari. Mandi rupang itu memang tradisi, biasanya seminggu sebelum Imlek," kata Arifin.
Dalam tradisi Tionghoa, mandi rupang merupakan ritual penyucian patung dewa-dewi sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun baru. Biasanya patung juga diganti pakaiannya dan altar ditata ulang agar tampak lebih rapi dan sakral.
Selain bersih-bersih, pengurus juga menyiapkan berbagai perlengkapan ibadah, termasuk lilin berukuran besar.
"Kita sudah sediakan lilin juga buat Imlek, dengan ukuran 50 kati," kata Arifin.
Situasi pintu utama Wihara Amurva Bumi (Hok Tek Tjeng Sin) di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2025), dua pekan sebelum Imlek. ANTARA/Juliyanti
Sementara lampion dan dekorasi khas Imlek juga akan diganti menjelang hari perayaan. "Nanti 10 Februari, ganti baru semua, lampion juga beda," ujarnya.
Baca juga: Hotel Borobudur usung harmoni budaya Singkawang sambut Imlek-Ramadhan
Arifin menjelaskan, rangkaian acara pada malam Imlek akan diawali dengan sembahyang bersama selama sekitar satu setengah jam. Setelah itu, umat dan pengunjung akan disuguhkan dengan pertunjukan barongsai.
Atraksi barongsai menjadi salah satu daya tarik utama yang selalu ditunggu umat. Wihara juga akan dibuka selama 24 jam pada malam Imlek dan tetap menerima kunjungan umat hingga dua minggu setelahnya, sampai penutupan Cap Go Meh.
"Kalau malam Imlek 24 jam kita bukanya, dalam dua minggu sampai Cap Go Meh akhir Imlek tuh penutupan," kata Arifin.
Pihak pengurus menyatakan seluruh rangkaian ibadah tetap terbuka bagi umat dan akan dilaksanakan sesuai tradisi serta tata cara wihara.
Pengurus memprediksi sekitar 500-700 orang akan datang mengunjungi wihara pada malam puncak Imlek. Angka tersebut bisa berubah tergantung kondisi cuaca pada hari itu.
"Kalau malam Imleknya bisa ratusan orang, bisa 500 orang, 700 orang juga ada. Kalau hujan paling sekitar 300-400 orang, kalau enggak hujan bisa ramai sampai 700 an orang," ujarnya.
Baca juga: Sambut Imlek, Ancol hadirkan tiket Rp150 ribu untuk seluruh rekreasi





