Grid.ID - Sebagai seorang ibu, Sarwendah akhirnya buka suara terkait kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik yang menimpa putri sulungnya, Thalia Putri Onsu. Saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026), Sarwendah pun menjelaskan bahwa dirinya memang memberikan batasan anaknya untuk mengakses media sosial.
Meski demikian, dirinya juga tidak bisa sepenuhnya mengendalikan arus informasi yang diterima sang putri dari lingkungan sekitar.
"Dia memang ada pembatasan medsos, tapi kan orang di sekitarnya dia main medsos ya. Maksudnya saya bisa jaga dia, tapi saya enggak bisa jaga informasi dari luar dia, atau mungkin teman-temannya dia, atau orang yang tiba-tiba ketemu dia, nanya-nanya dia," ujar Sarwendah di Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, kehadiran Sarwendah di Polda Metro Jaya untuk menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi korban atas laporan Ruben Onsu terkait dugaan pencemaran nama baik putrinya. Kehadirannya ini tentu saja ia lakukan yntuk membela anaknya.
"Jadi ya saya memberikan dia pengertian juga, dan pastinya kenapa saya bisa sampai ada di sini ya karena saya mau anak saya tahu gimanapun saya pasti akan membela anak saya dan saya akan mengeluarkan fakta-fakta yang benar gitu," sambungnya.
Menurut Sarwendah, situasi tersebut membuatnya harus ekstra berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi dengan anak. Ia memilih pendekatan perlahan, dengan memberikan penjelasan seperlunya tanpa membebani mental sang anak dengan informasi yang belum layak ia terima.
"Ya saya sangat menjaga sih. Menjelaskan secara perlahan dan tentunya dia selalu ngomong apa aja yang dia dapet beritanya. Jadi ya cukup sekadar apa yang dia dapet, saya jelaskan saja," ungkapnya.
Sarwendah menegaskan bahwa usia anaknya saat ini belum memungkinkan untuk memahami realitas kejam yang kerap muncul di media sosial. Oleh karena itu, ia merasa bertanggung jawab penuh untuk menyaring informasi yang masuk.
"Karena menurut saya sekarang umurnya belum cukup saya menjelaskan apa berita di luar sana yang sangat kejam ini," ungkapnya.
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah, Christ Sam Siwu juga telah meluruskan salah satu isu sensitif yang sempat beredar luas di media sosial, yakni terkait kelahiran anak Sarwendah. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut telah diklarifikasi secara resmi dan tidak sesuai dengan fakta yang beredar.
"Terus juga terkait kelahirannya, sudah disampaikan kelahiran itu dilakukannya juga sudah diklarifikasi sama klien kami bahwa hasil dari program bayi tabung, anak pertama, di Rumah Sakit Bunda Menteng. Itu juga kita sampaikan," ujar Christ Sam Siwu.(*)
Artikel Asli

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F07%2F15%2Fdb95412101a81f97a1f907cb636c5ac4-sekolah_garuda.jpg)

