Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha (NHM) sebagai platform investasi syariah global yang berada di bawah naungan NU serta diarahkan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya keuangan global dalam kerangka syariah.
“Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan," Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat Soft Launching Nahdlatul Ulama-Harvest Maslaha (NHM) di Jakarta, Jumat.
Peluncuran NHM menjadi penanda langkah strategis NU dalam memperkuat fondasi ekosistem ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas posisi NU sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan peran moral dan keagamaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengelolaan investasi, tata kelola ekonomi, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan.
Gus Yahya menegaskan NHM merupakan bagian dari ikhtiar NU dalam merespons tantangan pembangunan nasional dan dinamika ekonomi global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia menilai penguatan ekonomi syariah harus bertumpu pada prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat. Gus Yahya juga menekankan pentingnya legitimasi dan tata kelola syariah yang kuat dalam setiap instrumen investasi yang dikembangkan.
Baca juga: PBNU pandang keikutsertaan Indonesia di Board of Peace keputusan tepat
“NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors, institusi manajemen investasi global yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dana berbasis syariah,” kata dia.
Dalam operasionalnya, NHM menerapkan dual governance system yang mengintegrasikan praktik terbaik manajemen investasi internasional dengan prinsip-prinsip syariah PBNU, termasuk pengawasan Dewan Pengawas Syariah bersama.
Pada momentum yang sama, PBNU juga memperkenalkan Sharia Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung. SGS berfungsi memastikan tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap prinsip syariah, sertifikasi halal, serta menjaga integritas ekosistem industri dan investasi syariah lintas sektor dan lintas negara.
Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menyampaikan kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi syariah global.
"NHM hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial," ujarnya.
Melalui penguatan NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor-sektor prioritas, seperti industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur publik.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai Global Sharia Hub.
Baca juga: Gus Yahya perkirakan 10 ribu orang akan hadiri Harlah ke-100 NU
Baca juga: PBNU gelar puncak peringatan Harlah Ke-100 di Istora Senayan
“Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan," Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat Soft Launching Nahdlatul Ulama-Harvest Maslaha (NHM) di Jakarta, Jumat.
Peluncuran NHM menjadi penanda langkah strategis NU dalam memperkuat fondasi ekosistem ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas posisi NU sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan peran moral dan keagamaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengelolaan investasi, tata kelola ekonomi, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan.
Gus Yahya menegaskan NHM merupakan bagian dari ikhtiar NU dalam merespons tantangan pembangunan nasional dan dinamika ekonomi global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia menilai penguatan ekonomi syariah harus bertumpu pada prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat. Gus Yahya juga menekankan pentingnya legitimasi dan tata kelola syariah yang kuat dalam setiap instrumen investasi yang dikembangkan.
Baca juga: PBNU pandang keikutsertaan Indonesia di Board of Peace keputusan tepat
“NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors, institusi manajemen investasi global yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dana berbasis syariah,” kata dia.
Dalam operasionalnya, NHM menerapkan dual governance system yang mengintegrasikan praktik terbaik manajemen investasi internasional dengan prinsip-prinsip syariah PBNU, termasuk pengawasan Dewan Pengawas Syariah bersama.
Pada momentum yang sama, PBNU juga memperkenalkan Sharia Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung. SGS berfungsi memastikan tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap prinsip syariah, sertifikasi halal, serta menjaga integritas ekosistem industri dan investasi syariah lintas sektor dan lintas negara.
Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menyampaikan kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi syariah global.
"NHM hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial," ujarnya.
Melalui penguatan NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor-sektor prioritas, seperti industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur publik.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai Global Sharia Hub.
Baca juga: Gus Yahya perkirakan 10 ribu orang akan hadiri Harlah ke-100 NU
Baca juga: PBNU gelar puncak peringatan Harlah Ke-100 di Istora Senayan




