467 Usaha Ekonomi Kreatif Aktif di Kupang pada 2025

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencatat sebanyak 467 usaha ekonomi kreatif (ekraf) yang aktif pada tahun 2025. Usaha-usaha ini tersebar di berbagai subsektor dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina MD Gheta, menyatakan bahwa monitoring hingga akhir Desember 2025 menunjukkan dominasi tiga subsektor unggulan. “Hasil monitoring tim kami hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 467 usaha ekraf yang didominasi oleh tiga subsektor unggulan,” ujarnya di Kupang, Jumat (30/1).

Subsektor tersebut meliputi kriya dengan 151 usaha, kuliner sebanyak 128 usaha, dan fesyen sebanyak 43 usaha. Ketiga subsektor ini dinilai mampu memperkuat ciri khas Kota Kupang dalam industri kreatif. Contoh produk kriya meliputi tas dan dompet yang dimodifikasi dengan kain tenun, sementara produk fesyen terdiri dari jas, baju, dan rok berbahan tenun. Di sektor kuliner, produk yang diunggulkan adalah camilan pangan lokal dan makanan berbahan dasar kelor.

Pertumbuhan sektor ekraf di Kupang menunjukkan tren positif beberapa tahun terakhir. Pada 2022 terdapat 287 usaha, yang meningkat menjadi 413 usaha pada 2023, dan 460 usaha pada 2024. Menurut Josefina, peningkatan ini menandakan terbukanya peluang industri kreatif di masyarakat, yang memerlukan lebih banyak ruang pemasaran.

“Ke depan, tentu perlu diperluas event seperti Saboak Koepan di Taman Nostalgia Kupang agar melibatkan semakin banyak pelaku ekraf,” tambahnya. Pemkot Kupang berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku ekraf.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebagai bagian dari upaya pengembangan, pada 19-20 Juni 2025, Dinas Pariwisata Kota Kupang menyelenggarakan pelatihan kriya rajutan kombinasi tenun kepada 25 peserta perempuan. Produk hasil pelatihan tersebut didorong untuk dipasarkan dalam bazar UMKM Saboak Koepan guna meningkatkan motivasi peserta untuk terus berkarya.

Josefina menegaskan bahwa sektor ekraf di Kota Kupang masih memiliki potensi besar ke depannya dan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk membawa dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tawuran Maut Pelajar di Jakbar Dipicu Saling Tantang di Medsos
• 16 jam laludetik.com
thumb
Komisi VI DPR: RDMP Balikpapan Bukan Sekadar Aset Bisnis Pertamina
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Proses Rekrutmen Prajurit Gratis dan Transparan
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Bek Muda Timnas Amerika Serikat Rambah Spanyol bersama Villarreal
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pelatih Persis Janjikan Penampilan Permainan Baru Saat Hadapi Persib
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.