Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat untuk menjaga komitmen dukungan terhadap Palestina.
Menurut Gus Yahya, keputusan tersebut sejalan dengan sikap konsisten Indonesia dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai keterlibatan Indonesia di forum internasional semacam itu merupakan bagian dari upaya mencari jalan paling efektif untuk mendukung masa depan Palestina.
“Keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini saya kira tepat berdasarkan komitmen abadi untuk membantu Palestina,” ujarnya di Jakarta.
Baca juga : PBNU Benarkan Pemecatan Gus Yahya Sebagai Ketum Terkait Aliran Dana Rp100 Miliar
Gus Yahya mengakui partisipasi Indonesia kemungkinan dipandang kontroversial oleh sebagian pihak. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti mencari cara untuk membantu Palestina di tengah situasi global yang kompleks.
Ia menyoroti bahwa dinamika geopolitik saat ini diwarnai persaingan kepentingan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan negara-negara Eropa. Dalam situasi tersebut, menurutnya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional menjadi penting.
“Kalau kita sungguh ingin membantu Palestina menemukan jalan keluar, maka kita harus hadir di semua arena dan semua platform yang tersedia,” katanya.
Baca juga : Kemenlu RI: Dewan Perdamaian hanya Sementara untuk Lindungi Gaza
Gus Yahya menilai keikutsertaan Indonesia di Board of Peace membuat Indonesia tidak sekadar menjadi pengamat dalam proses internasional yang berdampak pada masa depan Palestina. Kehadiran Indonesia dinilai memberi peluang untuk menyuarakan kepentingan Palestina secara langsung.
“Kita harus hadir supaya bisa berbuat sesuatu. Kalau tidak ada pihak yang sungguh-sungguh punya komitmen membantu Palestina di dalamnya, siapa yang akan bersuara demi Palestina?” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa di dalam forum tersebut terdapat beragam kepentingan, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat. Justru karena itu, kata dia, suara Indonesia diperlukan agar kepentingan Palestina tetap terwakili. Gus Yahya menyatakan dukungannya agar Prabowo Subianto menjalankan peran tersebut secara konsisten.
“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya kita tidak absen dalam upaya membantu Palestina,” tutupnya. (Ant/E-3)





