Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa Iran ingin membuat kesepakatan untuk menghindari aksi militer. Dia menegaskan armada AS di dekat Iran lebih besar daripada yang dikirim untuk menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
"Kita memiliki armada besar, armada kecil, sebut saja apa pun yang Anda inginkan, yang sedang menuju Iran saat ini, bahkan lebih besar daripada yang kita miliki di Venezuela," kata Trump kepada wartawan, dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026).
"Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita membuat kesepakatan, itu bagus. Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan lihat apa yang terjadi," tambahnya.
Ditanya apakah ia telah memberi Iran tenggat waktu untuk membuat kesepakatan tentang program nuklirnya, rudal balistik, dan masalah lainnya, Trump mengatakan "ya, saya sudah," tetapi dia menambahkan bahwa "hanya mereka yang tahu pasti" apa tenggat waktunya.
Namun, Trump mengutip apa yang disebutnya sebagai keputusan Iran untuk menghentikan eksekusi para demonstran-setelah penindakan keras yang menurut kelompok hak asasi manusia menewaskan lebih dari 6.000 orang-sebagai bukti bahwa Teheran siap untuk mematuhi kesepakatan.
"Saya dapat mengatakan ini, mereka memang ingin membuat kesepakatan," ucap Trump.
Trump menolak untuk mengatakan apakah, jika Iran tidak mencapai kesepakatan, ia berencana untuk mengulangi operasi dramatis di Venezuela di mana pasukan AS menangkap presiden Nicolas Maduro.
"Saya tidak ingin membicarakan apa pun yang berkaitan dengan tugas militer saya," imbuhnya.
(fas/fas)




