Novita Hardini Tegaskan Pentingnya Transformasi Industri Hijau di Tengah Krisis Global

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Jakarta

Tekanan ekonomi global semakin dirasakan sektor industri nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah, lonjakan harga energi, dan ketegangan geopolitik menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan industri dalam negeri.

Menyikapi kondisi ini, Komisi VII DPR RI melakukan pengawasan terhadap implementasi transformasi industri hijau sebagai strategi adaptasi. Salah satu fokus kunjungan adalah PT Japfa Comfeed Indonesia di Provinsi Lampung.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan bahwa dampak krisis global sudah dirasakan luas, tidak hanya oleh industri besar, tetapi juga oleh rumah tangga dan petani.

“Tekanan ekonomi hari ini nyata dirasakan masyarakat dan pelaku industri. Kenaikan harga energi berdampak langsung pada biaya produksi. Tanpa transformasi yang serius dan berkelanjutan, industri nasional berisiko stagnan bahkan tergerus krisis global,” ujar Novita usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI kutip Sabtu, 31 Januari 2026.

Novita mengapresiasi langkah PT Japfa yang mulai memanfaatkan energi surya, namun mengingatkan bahwa industri hijau tidak boleh berhenti pada simbol semata.

“Green industry bukan hanya soal panel surya. Transformasi harus menyentuh manajemen limbah, perlindungan ekosistem, efisiensi sumber daya, dan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Jika tidak, konsep hijau hanya menjadi jargon,” tegasnya.

Ia mendorong agar PT Japfa dapat menjadi pilot project industri hijau di sektor pangan yang menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Selain aspek lingkungan, Novita juga menyoroti keadilan ekonomi dalam ekosistem industri pangan. Ia mengingatkan agar perusahaan besar tidak menutup ruang bagi pelaku usaha kecil.

“Sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden tentang kemandirian dan kedaulatan pangan, industri besar tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada ruang kolaborasi yang nyata bagi UMKM dan usaha mikro, agar manfaat kemajuan industri dirasakan hingga ke lapisan ekonomi terbawah,” ujar legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu.

Menurutnya, keberhasilan transformasi industri hijau diukur tidak hanya dari efisiensi energi atau capaian produksi, tetapi dari kemampuan industri bertahan di tengah krisis, menjaga lingkungan, dan menciptakan keadilan ekonomi.

“Kalau tidak berani berubah sekarang, industri nasional bukan hanya kalah bersaing, tapi bisa tergilas oleh krisis global,” pungkas Novita.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harlah Ke-100 NU: Ketua MPR, Menko Pratikno, hingga Sinta Wahid Hadir
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Untuk Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Serap Aspirasi Hingga 5 Bulan
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Sasar Wanita, Komplotan Jambret Sukomanunggal Dibekuk Polisi
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Meski Ada Jalan ke Persebaya Surabaya namun Thom Haye Bisa Jadi Alasan Kuat Ragnar Oratmangoen Berlabuh ke Persib Bandung
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
• 7 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.